Assalamu'alaikum wr.wb.
It's New Year Eve and i have a night shift at Hospital :)) hehee...first time, semoga hari ini sehat2 semua, RS aman, pasien aman, aamiin
2012 banyak banget artinya dan pelajarannya buat pribadi saya. Mulai dari berhijab,sampe ke bagian paling penting dikehidupan saya yang susah banget buat di jelaskan dengan kata-kata.
Mengenal seorang laki-laki terbaik yang dikirim Allah Swt buat menemani saya adalah anugrah terbesar yang Allah berikan kepada saya.
Menemani? menikah maksudnya? belum :) insyaAllah secepatnya....saya selalu percaya Allah menyiapkan skenario kehidupan terindah yang tidak pernah dan tidak bisa saya bayangkan.
Dan pelajaran yang harus diingat dari 2012 adalah....Allah pencemburu, maka jangan pernah jauh dari-Nya, dekati Allah terus, maka Allah akan mendekatkan kita kepada segalaaaa sesuatu yang akan menjaga, membahagiakan, serta memberikan dampak positif di kehidupan kita. Aaamiin YRA.
akhir kata...
di Blog terakhir di Tahun 2012, saya mau mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang membuat berbagai macam cerita tertuang di blog ini, mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam bertutur kata.
Terimakasih atas apresiasinya...
Wassalamu'alaikum wr.wb
Monday, December 31, 2012
Sunday, December 16, 2012
Bantuan Yang Terkumpul Untuk Nn. S
Assalamualaikum wr.wb
Mohon maaf untuk keterlambatan post blog, karena saya baru sls stase THT saya, dan baru sempat menuliskan dana yang terkumpul untuk Nn. S beberapa minggu lalu adalah sebesar
Rp. 1.450.000,- bantuannya berasal dari teman2 saya yang di Jakarta dan di Malaysia :) terimakasih atas perhatiannya dan bantuannya, semoga bisa membantu kembali jika ada pasien saya yang butuh bantuan. Terimakasih atas semua pihak yang membantu tersebarnya informasi ini sehingga banyak yang membantu. Nn. S sudah pulang dari RS beberapa hari setelah diberikan biaya pengobatan ini. Doanya ya Teman--teman, semoga Nn. S bisa kembali bersekolah seperti sebelumnya. Aamiin
Wassalamu'alaikum wr.wb
Mohon maaf untuk keterlambatan post blog, karena saya baru sls stase THT saya, dan baru sempat menuliskan dana yang terkumpul untuk Nn. S beberapa minggu lalu adalah sebesar
Rp. 1.450.000,- bantuannya berasal dari teman2 saya yang di Jakarta dan di Malaysia :) terimakasih atas perhatiannya dan bantuannya, semoga bisa membantu kembali jika ada pasien saya yang butuh bantuan. Terimakasih atas semua pihak yang membantu tersebarnya informasi ini sehingga banyak yang membantu. Nn. S sudah pulang dari RS beberapa hari setelah diberikan biaya pengobatan ini. Doanya ya Teman--teman, semoga Nn. S bisa kembali bersekolah seperti sebelumnya. Aamiin
Wassalamu'alaikum wr.wb
Thursday, November 29, 2012
Nn. S Kecelakaan dan butuh bantuan dana
Assalamu'alaikum wr.wb
Bismillah, semoga post blog ini bisa bermanfaat dan semoga bisa membantu Nn. S melewati masa2 sakitnya. Aamiin
Siang hari ini, saya dikagetkan dengan kenyataan yang dikeluarkan dari lisan dokter pembimbing saya di RS, "pasien di IGD sudah ada yang periksa? gimana dia? masih di IGD?" kontan saya menjawab, karena memang saya kemaren memeriksanya dan tadi bagi diinformasikan teman sejawat kalo pasien tersebut masih di IGD "iya dok, masih di IGD, sudah hari ke 3 ini dok," dan seketika dokter pembimbing ini berkata "oh begitu, ini pasien kamu ya Ran..." Ekspresi pertama yang keluar adalah kaget, dan ga lama dokter saya menghentikan lamunan saya dengan berkata "Ayo ke IGD sekarang, kita periksa.."
Langsung saya menyambar tas kecil berisi alat-alat pemeriksaan saya yang lengkap dengan berlari kecil saya mengarah ke IGD. Sesampainya di IGD, saya memulai dengan mencari status pasien. Dicari-cari di meja perawat IGD ga ada :'( nightmare, dan kemudian dokter pembimbing sudah sampai menanyakan status pasiennya, saya jawab belum ketemu dan beliau langsung menanyakan apakah sudah di CT-Scan apa belum, alhamdulillah kemaren saya sudah melihatnya dan segera saya jawab "SUDAH DOK! saya ambilkan..." super semangat berlari ke tumpukan hasil CT-scan dan RO karena dorongan dalam hati yang berkata "YES! akhirnya ada hal berguna yang gue tau!" setelah menunjukkan CT-scan ke dokter pembimbing saya, beliau memberikan bimbingan super kilat tentang cara membaca CT-scan, dan setelah itu dokternya meninggalkan saya dan membiarkan saya memeriksa pasiennya.
Namanya sebut saja S. Kalo' sekilas melihatnya dengan muka bengkak dan mata bengkak, kita akan berfikiran dia adalah seorang ibu-ibu muda, namun kenyataannya umurnya baru 13 TAHUN! Saat mulai menanyakan identitas pasien dan riwayat sakitnya, saya menanyakan informasinya dari uwa'nya yang menemani Nn.S. Awalnya beliau nampak seperti berhati-hati setiap menjawab pertanyaan saya, selalu dengan jawaban yang lengkap. Sampai dipertanyaan seputar riwayat penyakit keluarga, beliau menceritakan bahwa Nn.S hidup dibesarkan oleh kakek dan neneknya semenjak umur 9 bulan. Nn. S ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, ayahnya tidak jelas kemana dan kabarnya telah menikah lagi, lalu ibunya pergi menjadi TKW di Arab Saudi, tiap kali ditelfon selalu tidak bisa dan tidak pernah mengirimkan uang untuk kebutuhan hidupnya Nn.S.
Nn.S dari kecil hidup mandiri, tidak pernah menyusahkan kakek neneknya, bahkan hingga ketika neneknya meninggal pun, kakeknya tidak pernah kesulitan membesarkannya. Nn.S setiap kali butuh biaya tambahan selalu dibantu oleh uwa'nya yang menemaninya di RS ini. kata Uwa'nya, Nn.S ini tidak pernah menyusahkan, dan sangat mandiri. Beliau sangat sedih karena beliau sudah menganggap Nn. S sebagai anaknya sendiri. Tidak ada yang tau bagaimana kronologis kejadian kecelakaan motor yang dialami Nn. S, dan sungguh saya sangat kesulitan memikirkan diagnosis dari Nn.S ini.
Saat ditengah2 saya memeriksa Nn.S, seorang perawat mendatangi kami, dan mengatakan bahwa Nn. S harus pindah tempat tidur. Saya tertegun, apakah si perawat laki2 ini berusaha menggeser Nn.S sendirian?? kalo' Lehernya ga tertopang bisa2 ada cedera. Akhirnya saya membantunya memindahkan Nn. S ke tempat tidur, yang menurut saya jauh lebih tidak nyaman dibandingkan dengan tempat tidur awal tadi. Alasan perawat itu adalah supaya Nn. S lebih mudah diperiksa dan lain2nya. Dalam hati saya hanya bersabar dan mencoba tetap tersenyum agar tidak menimbulkan rasa khawatir dan curiga didalam hati Uwa'.
Nn. S nampak kesakitan sedikit saat dipindahkan, wajar, dia korban kecelakaan. dan sudah 3 hari ini dirawat di IGD seadanya. Keadaan vitalnya memang masih baik, selain kenyataan labnya yang menunjukkan hemoglobinnya rendah sehingga dia harus di transfusi darah.
Nggak terbayang berapa banyak sudah biaya yang dikeluarkan oleh uwa' untuk Nn.S, tapi Uwa' tetep tersenyum sambil menyeka air mata yang berkali-kali menetes tiap kali melihat wajah Nn.S yang penuh dengan lebam dan gigi-nya yang tak lagi rapi dan rata.
Tak lama setelah saya melanjutkan pemeriksaan, datang lagi seorang dokter yang saya sendiri kurang tau beliau dokter apa, kemungkinan dokter saraf, karena beliau mengecek keadaan kekuatan otot lengan dan kaki serta gerak dari kedua kaki dan tangan Nn. S, beliau menanyakan ke perawat tentang tindakan lanjutnya kira-kira apa dari dokter konsul lainnya, dan perawat itu mengatakan hal yang mencengangkan saya, "harus di CT-scan 3D (3 Dimensi) dok katanya...supaya tau frakturnya dari mana kemana" (re: fraktur: patah tulang)
Dalam hati saya menangis, Uwa' harus meminjam uang ke kanan dan kiri lagi untuk membiayai CT-Scan 3D ini pastinya. ketika saya tanya "Ibu, bagaimana nanti, jadi mau Ibu CT-Scan lagi?" kata uwa' "nggak tau dok, saya teh bingung, udah nggak ada uang lagi...."
Dalam hati kembali menangis, namun jas putih yang saya kenakan ini memaksa saya untuk tetap tegar dan tersenyum sambil memegang tangan uwa' "ibu yang sabar ya bu...banyak berdoa, semoga S. cepat bisa ditangani ya Bu, cepat pulih...aamiin, saya tinggal dulu ya ibu, saya sudah selesai memeriksa, besok pagi2 saya kesini lagi. Assalamu'alaikum", Uwa' pun menjawab "waalaikumsalam, nuhun dok...."
:) Siapapun yang membaca blog ini, jika tergerak dan ingin membantu meringankan beban Uwa' dan keluarganya yang hanya buruh tani, silahkan bisa melalui rekening Bank Mandiri saya
an: Cahyarani Wulansari
Rek. Mandiri: 129-000628-7458
Berapapun bantuan teman-teman, insyaAllah akan meringankan beban Uwa' dan bisa membantu kesembuhan Nn.S
Untuk konfirmasi, setelah mentransfer, tolong kirim email ke: cahya_rani1990@yahoo.com agar saya bisa mendata nama dan jumlahnya, nanti akan saya post juga hasil pengumpulan dananya. Terimakasih atas perhatian dan bantuannya, mohon doanya juga, semoga Nn. S bisa segera di CT-Scan dan segera diberikan tindakan untuk mereposisi tulang-tulangnya yang patah di daerah wajah, dan bisa segera kembali bersekolah. Aamiin YRA. Semoga siapapun yang membantu meringankan beban Uwa' semakin dilancarkan sekolah, kuliah, kerjaannya, dan semakin dilapangkan rezekinya. Aamiin YRA.
Wassalamu'alaikum.wr.wb
Bismillah, semoga post blog ini bisa bermanfaat dan semoga bisa membantu Nn. S melewati masa2 sakitnya. Aamiin
Siang hari ini, saya dikagetkan dengan kenyataan yang dikeluarkan dari lisan dokter pembimbing saya di RS, "pasien di IGD sudah ada yang periksa? gimana dia? masih di IGD?" kontan saya menjawab, karena memang saya kemaren memeriksanya dan tadi bagi diinformasikan teman sejawat kalo pasien tersebut masih di IGD "iya dok, masih di IGD, sudah hari ke 3 ini dok," dan seketika dokter pembimbing ini berkata "oh begitu, ini pasien kamu ya Ran..." Ekspresi pertama yang keluar adalah kaget, dan ga lama dokter saya menghentikan lamunan saya dengan berkata "Ayo ke IGD sekarang, kita periksa.."
Langsung saya menyambar tas kecil berisi alat-alat pemeriksaan saya yang lengkap dengan berlari kecil saya mengarah ke IGD. Sesampainya di IGD, saya memulai dengan mencari status pasien. Dicari-cari di meja perawat IGD ga ada :'( nightmare, dan kemudian dokter pembimbing sudah sampai menanyakan status pasiennya, saya jawab belum ketemu dan beliau langsung menanyakan apakah sudah di CT-Scan apa belum, alhamdulillah kemaren saya sudah melihatnya dan segera saya jawab "SUDAH DOK! saya ambilkan..." super semangat berlari ke tumpukan hasil CT-scan dan RO karena dorongan dalam hati yang berkata "YES! akhirnya ada hal berguna yang gue tau!" setelah menunjukkan CT-scan ke dokter pembimbing saya, beliau memberikan bimbingan super kilat tentang cara membaca CT-scan, dan setelah itu dokternya meninggalkan saya dan membiarkan saya memeriksa pasiennya.
Namanya sebut saja S. Kalo' sekilas melihatnya dengan muka bengkak dan mata bengkak, kita akan berfikiran dia adalah seorang ibu-ibu muda, namun kenyataannya umurnya baru 13 TAHUN! Saat mulai menanyakan identitas pasien dan riwayat sakitnya, saya menanyakan informasinya dari uwa'nya yang menemani Nn.S. Awalnya beliau nampak seperti berhati-hati setiap menjawab pertanyaan saya, selalu dengan jawaban yang lengkap. Sampai dipertanyaan seputar riwayat penyakit keluarga, beliau menceritakan bahwa Nn.S hidup dibesarkan oleh kakek dan neneknya semenjak umur 9 bulan. Nn. S ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, ayahnya tidak jelas kemana dan kabarnya telah menikah lagi, lalu ibunya pergi menjadi TKW di Arab Saudi, tiap kali ditelfon selalu tidak bisa dan tidak pernah mengirimkan uang untuk kebutuhan hidupnya Nn.S.
Nn.S dari kecil hidup mandiri, tidak pernah menyusahkan kakek neneknya, bahkan hingga ketika neneknya meninggal pun, kakeknya tidak pernah kesulitan membesarkannya. Nn.S setiap kali butuh biaya tambahan selalu dibantu oleh uwa'nya yang menemaninya di RS ini. kata Uwa'nya, Nn.S ini tidak pernah menyusahkan, dan sangat mandiri. Beliau sangat sedih karena beliau sudah menganggap Nn. S sebagai anaknya sendiri. Tidak ada yang tau bagaimana kronologis kejadian kecelakaan motor yang dialami Nn. S, dan sungguh saya sangat kesulitan memikirkan diagnosis dari Nn.S ini.
Saat ditengah2 saya memeriksa Nn.S, seorang perawat mendatangi kami, dan mengatakan bahwa Nn. S harus pindah tempat tidur. Saya tertegun, apakah si perawat laki2 ini berusaha menggeser Nn.S sendirian?? kalo' Lehernya ga tertopang bisa2 ada cedera. Akhirnya saya membantunya memindahkan Nn. S ke tempat tidur, yang menurut saya jauh lebih tidak nyaman dibandingkan dengan tempat tidur awal tadi. Alasan perawat itu adalah supaya Nn. S lebih mudah diperiksa dan lain2nya. Dalam hati saya hanya bersabar dan mencoba tetap tersenyum agar tidak menimbulkan rasa khawatir dan curiga didalam hati Uwa'.
Nn. S nampak kesakitan sedikit saat dipindahkan, wajar, dia korban kecelakaan. dan sudah 3 hari ini dirawat di IGD seadanya. Keadaan vitalnya memang masih baik, selain kenyataan labnya yang menunjukkan hemoglobinnya rendah sehingga dia harus di transfusi darah.
Nggak terbayang berapa banyak sudah biaya yang dikeluarkan oleh uwa' untuk Nn.S, tapi Uwa' tetep tersenyum sambil menyeka air mata yang berkali-kali menetes tiap kali melihat wajah Nn.S yang penuh dengan lebam dan gigi-nya yang tak lagi rapi dan rata.
Tak lama setelah saya melanjutkan pemeriksaan, datang lagi seorang dokter yang saya sendiri kurang tau beliau dokter apa, kemungkinan dokter saraf, karena beliau mengecek keadaan kekuatan otot lengan dan kaki serta gerak dari kedua kaki dan tangan Nn. S, beliau menanyakan ke perawat tentang tindakan lanjutnya kira-kira apa dari dokter konsul lainnya, dan perawat itu mengatakan hal yang mencengangkan saya, "harus di CT-scan 3D (3 Dimensi) dok katanya...supaya tau frakturnya dari mana kemana" (re: fraktur: patah tulang)
Dalam hati saya menangis, Uwa' harus meminjam uang ke kanan dan kiri lagi untuk membiayai CT-Scan 3D ini pastinya. ketika saya tanya "Ibu, bagaimana nanti, jadi mau Ibu CT-Scan lagi?" kata uwa' "nggak tau dok, saya teh bingung, udah nggak ada uang lagi...."
Dalam hati kembali menangis, namun jas putih yang saya kenakan ini memaksa saya untuk tetap tegar dan tersenyum sambil memegang tangan uwa' "ibu yang sabar ya bu...banyak berdoa, semoga S. cepat bisa ditangani ya Bu, cepat pulih...aamiin, saya tinggal dulu ya ibu, saya sudah selesai memeriksa, besok pagi2 saya kesini lagi. Assalamu'alaikum", Uwa' pun menjawab "waalaikumsalam, nuhun dok...."
:) Siapapun yang membaca blog ini, jika tergerak dan ingin membantu meringankan beban Uwa' dan keluarganya yang hanya buruh tani, silahkan bisa melalui rekening Bank Mandiri saya
an: Cahyarani Wulansari
Rek. Mandiri: 129-000628-7458
Berapapun bantuan teman-teman, insyaAllah akan meringankan beban Uwa' dan bisa membantu kesembuhan Nn.S
Untuk konfirmasi, setelah mentransfer, tolong kirim email ke: cahya_rani1990@yahoo.com agar saya bisa mendata nama dan jumlahnya, nanti akan saya post juga hasil pengumpulan dananya. Terimakasih atas perhatian dan bantuannya, mohon doanya juga, semoga Nn. S bisa segera di CT-Scan dan segera diberikan tindakan untuk mereposisi tulang-tulangnya yang patah di daerah wajah, dan bisa segera kembali bersekolah. Aamiin YRA. Semoga siapapun yang membantu meringankan beban Uwa' semakin dilancarkan sekolah, kuliah, kerjaannya, dan semakin dilapangkan rezekinya. Aamiin YRA.
Wassalamu'alaikum.wr.wb
Monday, November 5, 2012
Pandas RSAL dr. Mintohardjo
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Long time no see bloggers! Maaf banget berbulan2 saya meninggalkan blog ini tanpa tanggung jawab :'( tapi sebagai gantinya saya akan menceritakan hal-hal seru selama saya pendidikan dasar di Rumkit AL dr. Mintohardjo.
Rumah sakit yang ga jauh beda umurnya sama RSCM ini memberikan banyak pelajaran buat saya. Awalnya saya merasa ini hanya sekedar fase yang dilewati untuk menuju dunia perkoasan, tapi ternyata pelajarannya jauh lebih banyak dari apa yang saya bayangkan dan pikirkan. Dan sungguh, semakin hari saya semakin yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik buat hamba-hamba-Nya yang dekat dengan-Nya.
Jadi, pelajaran pertama di Rumkit AL ini adalah senioritas itu benar adanya :)) ehehee, bahkan ga cuma dikampus, tapi ternyata di lingkungan kerja yang seperti ini senioritas harus dijunjung. Contohnya dalam hal menyapa, sebagai kasta terendah di RSAL (selain karena emang judulnya dokter muda, tapi juga karena kita emang paling ga tau apa2 kalo' di bandingin sama perawat2 senior disini, jadi sebut saja kasta terendah dan tempat salah) kita diwajibkan buat menyapa seluruh anggota RSAL ataupun petugas medis atau non medis yang berada dikasta diatas kita. Yak, ketemu kolonel, letkol, mayor, kapten, kita selalu ngangguk2 sambil nyapa selamat pagi, siang ataupun sore. Kalo' mau ngomong harus diawali dengan "mohon ijin dok..." kalo' disalah-salahin harus siap sedia dan bilang "Siap kami salah...siap dok..siap..."
Dan semua itu pelajaran yang super bagus deh, jadinya kita ga semena-mena dengan orang-orang yang lebih senior. Dan kita juga belajar buat berlapang dada menerima segala bentuk kesalahan kita. Penting nih! soalnya terkadang, dan sebenernya saya pernah melihat kalo' dokter muda ini banyak yang kelewat sotoy, tengil, dan merasa ga butuh siapa-siapa buat meraih gelar dokternya.
Ini dia kakak2 kece temen seperjuangan pandas
Pelajaran keduanya adalah belajar mengkoordinasikan teman-teman itu jauh lebih sulit dari yang kita bayangkan. Jadi, ini juga bisa jadi faktor senioritas. Kebetulan dikelompok pandas saya ini mayoritasnya adalah senior. Jadi, ketika berurusan dengan segala sesuatu yang agak 'ribet' maka sudah sepantasnya jadi kerjaan junior-junior. Eh, sepantasnya? ya nggak juga siih seharusnya. Ini kelompok, dan sudah seharusnya bekerja bersama-sama. Kalo' ujung-ujungnya yang ngerjain hanya 1 atau 2 orang buat apa ada kelompok?
Belum lagi kejadian ada yang sekelompok kecil ga 'sreg' gara-gara melimpahkan tugas dan tanggung jawab ke satu orang. Ya kalo' dipikir-pikir, udah sarjana lho, masa ngurusin tanggung jawab dan kerjaannya sendiri aja ga bisa? meriksa pasien yang cuma beberapa aja ga mau, pilih-pilih, lhaa...mau jadi dokter macam apa... :| hmmm
Ya, gitu deh. Selain itu, yang paling penting menurut aku adalah belajar beradaptasi dan mengenal lingkungan dengan cepat. Itu penting banget dan berasa banget aplikasinya disini. Dengan cepat beradaptasi dengan kedisiplinan di AL, jadi bisa ikut visite dokter yang selalu dateng pagi, dan alhamdulillah jadi dapet ilmu lebih banyak karena beliau biasanya menyelipkan hal-hal yang penting disela-sela memeriksa pasien. Selain itu, dengan kedisiplinan yang tinggi, saya jadi bisa memeriksa pasien setiap hari lebih awal dan mengetahui perkembangan pasiennya sebelum dokter visite. Terlihat lebih berguna dan lebih 'keren' aja ketika dokter nanya2 Tekanan darah dan lain-lain kita uda lebih tau duluan. eheheee
Selain yang berhubungan dengan visite dokter, yang penting juga adalah kemampuan mengenal lingkungan, ketika bisa dekat dengan perawat di setiap lantai, kita jadi dengan cepat dipercaya dengan mereka dan diperbolehkan melakukan beberapa tindakan seperti pemasangan dan penggantian cairan infus, pengambilan darah arteri buat kebutuhan tes lab. gas darah, pemasangan kateter, pemasangan NGT (untuk saluran makan, biasanya buat pasien-pasien yang penurunan kesadaran), de el el yang sebenernya itu kerjaannya perawat, tapi kalo' dokter terampil ngelakuin kenapa nggak :D toh nanti kalo' udah praktek sendirian, ga bisa minta tolong siapa-siapa, jadi kan ada nilai lebihnya kalo' terampil ngelakuin semuanya sendiri :)
Kerjaan disela-sela setelah bimbingan dan meriksa pasien, NARSIS
Yaaa, intinya sih, magang di Rumah Sakit alias Koass itu banyak enak dan nggak enaknya, tinggal kita memilih buat mensyukuri yang ada atau sibuk mengeluh yang terjadi. Dan kalo' dibilang koass itu capek ya emang capek, tapi justru disitu letak kesannya :) Semoga kedepannya bisa jadi dokter muda yang lebih bermanfaat dan cerdas, cekatan, sigap, aamiin...
DAN SEMOGA DILANCARKAN KOASS-NYA SUPAYA CEPET DAPET GELAR dr. AAAMIIIN O:) Al-Fatihah...
Bersama KaRumkit dan dr. N, Sp.PD mantan KaRumkit :)
AKHIRNYA SELESAI! TERIMAKASIH KEPADA SELURUH JAJARAN RUMKITAL dr. Mintohardjo beserta staf MEDIS dan NON MEDIS! ^__^
Yang baik ambil menjadi pelajaran, yang buruk ingatkan dan buang jauh-jauh
Terimakasih sudah menyempatkan membaca
Wassalamu'alaikum wr.wb
Long time no see bloggers! Maaf banget berbulan2 saya meninggalkan blog ini tanpa tanggung jawab :'( tapi sebagai gantinya saya akan menceritakan hal-hal seru selama saya pendidikan dasar di Rumkit AL dr. Mintohardjo.
Rumah sakit yang ga jauh beda umurnya sama RSCM ini memberikan banyak pelajaran buat saya. Awalnya saya merasa ini hanya sekedar fase yang dilewati untuk menuju dunia perkoasan, tapi ternyata pelajarannya jauh lebih banyak dari apa yang saya bayangkan dan pikirkan. Dan sungguh, semakin hari saya semakin yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik buat hamba-hamba-Nya yang dekat dengan-Nya.
Jadi, pelajaran pertama di Rumkit AL ini adalah senioritas itu benar adanya :)) ehehee, bahkan ga cuma dikampus, tapi ternyata di lingkungan kerja yang seperti ini senioritas harus dijunjung. Contohnya dalam hal menyapa, sebagai kasta terendah di RSAL (selain karena emang judulnya dokter muda, tapi juga karena kita emang paling ga tau apa2 kalo' di bandingin sama perawat2 senior disini, jadi sebut saja kasta terendah dan tempat salah) kita diwajibkan buat menyapa seluruh anggota RSAL ataupun petugas medis atau non medis yang berada dikasta diatas kita. Yak, ketemu kolonel, letkol, mayor, kapten, kita selalu ngangguk2 sambil nyapa selamat pagi, siang ataupun sore. Kalo' mau ngomong harus diawali dengan "mohon ijin dok..." kalo' disalah-salahin harus siap sedia dan bilang "Siap kami salah...siap dok..siap..."
Dan semua itu pelajaran yang super bagus deh, jadinya kita ga semena-mena dengan orang-orang yang lebih senior. Dan kita juga belajar buat berlapang dada menerima segala bentuk kesalahan kita. Penting nih! soalnya terkadang, dan sebenernya saya pernah melihat kalo' dokter muda ini banyak yang kelewat sotoy, tengil, dan merasa ga butuh siapa-siapa buat meraih gelar dokternya.
Ini dia kakak2 kece temen seperjuangan pandas
Pelajaran keduanya adalah belajar mengkoordinasikan teman-teman itu jauh lebih sulit dari yang kita bayangkan. Jadi, ini juga bisa jadi faktor senioritas. Kebetulan dikelompok pandas saya ini mayoritasnya adalah senior. Jadi, ketika berurusan dengan segala sesuatu yang agak 'ribet' maka sudah sepantasnya jadi kerjaan junior-junior. Eh, sepantasnya? ya nggak juga siih seharusnya. Ini kelompok, dan sudah seharusnya bekerja bersama-sama. Kalo' ujung-ujungnya yang ngerjain hanya 1 atau 2 orang buat apa ada kelompok?
Belum lagi kejadian ada yang sekelompok kecil ga 'sreg' gara-gara melimpahkan tugas dan tanggung jawab ke satu orang. Ya kalo' dipikir-pikir, udah sarjana lho, masa ngurusin tanggung jawab dan kerjaannya sendiri aja ga bisa? meriksa pasien yang cuma beberapa aja ga mau, pilih-pilih, lhaa...mau jadi dokter macam apa... :| hmmm
Ya, gitu deh. Selain itu, yang paling penting menurut aku adalah belajar beradaptasi dan mengenal lingkungan dengan cepat. Itu penting banget dan berasa banget aplikasinya disini. Dengan cepat beradaptasi dengan kedisiplinan di AL, jadi bisa ikut visite dokter yang selalu dateng pagi, dan alhamdulillah jadi dapet ilmu lebih banyak karena beliau biasanya menyelipkan hal-hal yang penting disela-sela memeriksa pasien. Selain itu, dengan kedisiplinan yang tinggi, saya jadi bisa memeriksa pasien setiap hari lebih awal dan mengetahui perkembangan pasiennya sebelum dokter visite. Terlihat lebih berguna dan lebih 'keren' aja ketika dokter nanya2 Tekanan darah dan lain-lain kita uda lebih tau duluan. eheheee
Selain yang berhubungan dengan visite dokter, yang penting juga adalah kemampuan mengenal lingkungan, ketika bisa dekat dengan perawat di setiap lantai, kita jadi dengan cepat dipercaya dengan mereka dan diperbolehkan melakukan beberapa tindakan seperti pemasangan dan penggantian cairan infus, pengambilan darah arteri buat kebutuhan tes lab. gas darah, pemasangan kateter, pemasangan NGT (untuk saluran makan, biasanya buat pasien-pasien yang penurunan kesadaran), de el el yang sebenernya itu kerjaannya perawat, tapi kalo' dokter terampil ngelakuin kenapa nggak :D toh nanti kalo' udah praktek sendirian, ga bisa minta tolong siapa-siapa, jadi kan ada nilai lebihnya kalo' terampil ngelakuin semuanya sendiri :)
Kerjaan disela-sela setelah bimbingan dan meriksa pasien, NARSIS
Yaaa, intinya sih, magang di Rumah Sakit alias Koass itu banyak enak dan nggak enaknya, tinggal kita memilih buat mensyukuri yang ada atau sibuk mengeluh yang terjadi. Dan kalo' dibilang koass itu capek ya emang capek, tapi justru disitu letak kesannya :) Semoga kedepannya bisa jadi dokter muda yang lebih bermanfaat dan cerdas, cekatan, sigap, aamiin...
DAN SEMOGA DILANCARKAN KOASS-NYA SUPAYA CEPET DAPET GELAR dr. AAAMIIIN O:) Al-Fatihah...
Bersama KaRumkit dan dr. N, Sp.PD mantan KaRumkit :)
AKHIRNYA SELESAI! TERIMAKASIH KEPADA SELURUH JAJARAN RUMKITAL dr. Mintohardjo beserta staf MEDIS dan NON MEDIS! ^__^
Yang baik ambil menjadi pelajaran, yang buruk ingatkan dan buang jauh-jauh
Terimakasih sudah menyempatkan membaca
Wassalamu'alaikum wr.wb
Wednesday, August 15, 2012
Berkah Ramadhan part 2
Assalamu'alaikum
Di hari-hari akhir ramadhan, saya malah kedatangan tamu bulanan, tapi disisi lain saya juga bersyukur alhamdulillah dan insyaAllah saya jadi bisa sholat ied :')
Yak, saatnya melanjutkan sharing yang sempat tertunda kemarin karena ada meeting :p hehee...sok sibuk nih ceritanya. Jadi, dimalam hari selama sampai sebelum wisuda, insyaAllah saya akan menyempatkan untuk berbagi pengalaman dan cerita-cerita yang insyaAllah juga bermanfaat buat kita semua. Aamiin.
Tahun 2012 bisa dibilang menjadi tahun perubahan 'besar-besaran' didalam diri saya dan sekitar saya. Terutama didalam beribadah dan menghayati arti sesungguhnya kehidupan dan arti Kebesaran Allah Swt.
Ditahun ini, saya merasakan pertolongan yang sangat dahsyat dari Allah Swt. Terutama ketika di ujian SOCA dan OSCE, ujian yang bisa dibilang hidup dan mati saya di kampus. kalo' ngulang ngeluarin duit lagi, nyusahin ortu lagi, kalo' langsung lulus leganya subhanallah dan bisa ngeringanin beban orang tua. Dan subhanallah alhamdulillah, kedua ujian tersebut berhasil saya lewati dengan modal meminta restu ke orang tua, keluarga besar, orang-orang terdekat dan tentu mengeluarkan sedekah yang jumlahnya ga biasa :)
Sejak awal tahun 2012, saya dibantu orang-orang terdekat yang sepertinya dikirim oleh Allah Swt untuk membantu saya berubah, menjadi orang yang niat sekali dan action-nya berkali-kali. Terutama soal sedekah. Dulu kalo' mau ngasih pengemis selalu bingung nyari uang kecil, sekarang kalo' ketemu pengemis yang udah renta banget segera aja ngeliatin isi dompet yang warnanya biru nol-nya 4 atau ngeliat warna hijau dengan nol yang sama, nah kalo' ga ada dua2nya itu gimana?? yaa yang paling gede di dalem dompet deh pokoknya. Yang penting saya masih punya tempat berlindung (kosan), kalo' soal makan insyaAllah masih bisa nahan-nahan, karena pengemis renta itu pasti jauuuh lebih butuh uang buat makan daripada saya yang sudah subur dan sintal ini. hehehee...
Tadinya saya praktek sedekah untuk mempermudah segala urusan saya. Nah, pas lagi minggu ke 3 ramadhan kalo' ga salah, setelah saya ujian OSCE dan dinyatakan lulus, ntah gimana tuh pilek dan batuk saya semakin menjadi. hehee, dari H-1 pengumuman kelulusan saya sudah keliyengan tanda-tanda mau flu, dan dodolnya saya berdoa gini ke Allah "Ya Allah, kalo' misalnya sakit ini jadi penebus biar besok dinyatain lulus, Rani ga papa" ahaha :)) besokannya beneran lulus dan beneran sakit lhoo! abis itu saya cerita ke sahabat terdekat saya, dan dia langsung negur saya "yeee...kamu doanya salah siih! doanya jeleek...beneran dikasih sakit kaan...sana minta maaf sama Allah trus doa biar sehat!"
Nah, akhirnya keesokan harinya, dengan flu yang bikin pusing dan batuk yang gatel banget rasanya ditenggorokan, saya berangkat tarawih dengan ngantongin si biru karena kebetulan nominal terbesar di dompet adanya si biru. Melangkahlah saya ke mesjid bersama mama dan papa. Selama sholat isya sampe tarawih, itu hidung subhanallah mampet plus meler-melernya hehehee. pas pulang, saya keluarin tuh si biru, masukin ke kotak amal sambil ngebatin "Ya Allah, Rani niat sedekah lillahita'ala" trus sepanjang perjalanan pulang berdoa "Ya Allah, maafkan semua kesalahan Rani, maafin Rani kemaren minta sakit,...Ya Allah berikanlah Rani kesehatan, semoga sedekah memudahkan dan mempercepat doa Rani agar dikabulkan oleh engkau Ya Allah Yang Maha Besar"
Teng tooong....
Keesokan harinya.....
Hidung nggak meler.....tenggorokan ga gatel....udah ga batuk juga! subhanallah...itu tuuh yang namanya kekuatan sedekah :D kaan, ga bakal percaya deh kalo' ga nyobain bro sis. Ayookk, dijajal (dicoba) sekali-kali keluarin nominal terbesar didompet, trus abis itu berdoa apa yang pengeeen banget dikabulin, termasuk jodoh juga bisa :p tapi kalo' jodoh sedekahnya lebih susah tuuh...kudu barang yang paling dicintain, nah lhoo apaan ntuuh. Saya sendiri juga bingung kalo' disuruh nentuin barang yang paling saya cintai.
Yap...
Kayaknya segitu dulu sharing berkah ramadhan part 2, nanti disambung lagi...
Kalo' ada yang bermanfaat di praktekin, kalo' ada yang salah mohon ditegur dan dikoreksi :D
Wassalamu'alaikum
Di hari-hari akhir ramadhan, saya malah kedatangan tamu bulanan, tapi disisi lain saya juga bersyukur alhamdulillah dan insyaAllah saya jadi bisa sholat ied :')
Yak, saatnya melanjutkan sharing yang sempat tertunda kemarin karena ada meeting :p hehee...sok sibuk nih ceritanya. Jadi, dimalam hari selama sampai sebelum wisuda, insyaAllah saya akan menyempatkan untuk berbagi pengalaman dan cerita-cerita yang insyaAllah juga bermanfaat buat kita semua. Aamiin.
Tahun 2012 bisa dibilang menjadi tahun perubahan 'besar-besaran' didalam diri saya dan sekitar saya. Terutama didalam beribadah dan menghayati arti sesungguhnya kehidupan dan arti Kebesaran Allah Swt.
Ditahun ini, saya merasakan pertolongan yang sangat dahsyat dari Allah Swt. Terutama ketika di ujian SOCA dan OSCE, ujian yang bisa dibilang hidup dan mati saya di kampus. kalo' ngulang ngeluarin duit lagi, nyusahin ortu lagi, kalo' langsung lulus leganya subhanallah dan bisa ngeringanin beban orang tua. Dan subhanallah alhamdulillah, kedua ujian tersebut berhasil saya lewati dengan modal meminta restu ke orang tua, keluarga besar, orang-orang terdekat dan tentu mengeluarkan sedekah yang jumlahnya ga biasa :)
Sejak awal tahun 2012, saya dibantu orang-orang terdekat yang sepertinya dikirim oleh Allah Swt untuk membantu saya berubah, menjadi orang yang niat sekali dan action-nya berkali-kali. Terutama soal sedekah. Dulu kalo' mau ngasih pengemis selalu bingung nyari uang kecil, sekarang kalo' ketemu pengemis yang udah renta banget segera aja ngeliatin isi dompet yang warnanya biru nol-nya 4 atau ngeliat warna hijau dengan nol yang sama, nah kalo' ga ada dua2nya itu gimana?? yaa yang paling gede di dalem dompet deh pokoknya. Yang penting saya masih punya tempat berlindung (kosan), kalo' soal makan insyaAllah masih bisa nahan-nahan, karena pengemis renta itu pasti jauuuh lebih butuh uang buat makan daripada saya yang sudah subur dan sintal ini. hehehee...
Tadinya saya praktek sedekah untuk mempermudah segala urusan saya. Nah, pas lagi minggu ke 3 ramadhan kalo' ga salah, setelah saya ujian OSCE dan dinyatakan lulus, ntah gimana tuh pilek dan batuk saya semakin menjadi. hehee, dari H-1 pengumuman kelulusan saya sudah keliyengan tanda-tanda mau flu, dan dodolnya saya berdoa gini ke Allah "Ya Allah, kalo' misalnya sakit ini jadi penebus biar besok dinyatain lulus, Rani ga papa" ahaha :)) besokannya beneran lulus dan beneran sakit lhoo! abis itu saya cerita ke sahabat terdekat saya, dan dia langsung negur saya "yeee...kamu doanya salah siih! doanya jeleek...beneran dikasih sakit kaan...sana minta maaf sama Allah trus doa biar sehat!"
Nah, akhirnya keesokan harinya, dengan flu yang bikin pusing dan batuk yang gatel banget rasanya ditenggorokan, saya berangkat tarawih dengan ngantongin si biru karena kebetulan nominal terbesar di dompet adanya si biru. Melangkahlah saya ke mesjid bersama mama dan papa. Selama sholat isya sampe tarawih, itu hidung subhanallah mampet plus meler-melernya hehehee. pas pulang, saya keluarin tuh si biru, masukin ke kotak amal sambil ngebatin "Ya Allah, Rani niat sedekah lillahita'ala" trus sepanjang perjalanan pulang berdoa "Ya Allah, maafkan semua kesalahan Rani, maafin Rani kemaren minta sakit,...Ya Allah berikanlah Rani kesehatan, semoga sedekah memudahkan dan mempercepat doa Rani agar dikabulkan oleh engkau Ya Allah Yang Maha Besar"
Teng tooong....
Keesokan harinya.....
Hidung nggak meler.....tenggorokan ga gatel....udah ga batuk juga! subhanallah...itu tuuh yang namanya kekuatan sedekah :D kaan, ga bakal percaya deh kalo' ga nyobain bro sis. Ayookk, dijajal (dicoba) sekali-kali keluarin nominal terbesar didompet, trus abis itu berdoa apa yang pengeeen banget dikabulin, termasuk jodoh juga bisa :p tapi kalo' jodoh sedekahnya lebih susah tuuh...kudu barang yang paling dicintain, nah lhoo apaan ntuuh. Saya sendiri juga bingung kalo' disuruh nentuin barang yang paling saya cintai.
Yap...
Kayaknya segitu dulu sharing berkah ramadhan part 2, nanti disambung lagi...
Kalo' ada yang bermanfaat di praktekin, kalo' ada yang salah mohon ditegur dan dikoreksi :D
Wassalamu'alaikum
Tuesday, August 14, 2012
Berkah Ramadhan
Assalamu'alaikum :)
Udah lama banget nggak ngeblog, rasanya lupa gimana cara memulai blog :p ahahahaa...
Tahun ini, saya menyambut ramadhan dengan persiapan yang lebih banyak dari sebelumnya. Biasanya ditahun-tahun sebelumnya bahkan diminggu-minggu mendekati ramadhan masih belum tergerak juga untuk membayar utang puasa ditahun sebelumnya. Alhamdulillah, ditahun ini utang puasa insyaAllah bersih dan memperbanyak dzikir beserta doa menyambut ramadhan. Rasanya beda banget ramadhan tahun ini, mungkin juga karena kedekatan dengan Allah juga berubah, jadi rasanya lebih mensyukuri banget datangnya bulan ramadhan. Subhanallah...
Kenapa bulan ramadhan tahun ini juga lebih prepare dari sebelumnya juga karena saya harus melewati ujian akhir yang bener-bener akhir dari kuliah saya. Alhamdulillah dengan restu orang tua, doa keluarga besar, doa orang-orang terdekat, dan ditambah sedekah :') akhirnya saya bisa meraih gelar S.Ked dengan sekali ujian. Alhamdulillah, berkah ramadhan banget :') subhanallah wal hamdulillah. Walaupun rasanya meraih gelar itu ga seberapa selebrasinya karena masih harus nyemangatin temen-temen yang harus berjuang lagi untuk ujian hernya.
Naaahh, ini dia si surat yang bikin dag dig dug pas nerimanya, heheee...alhamdulillah banget Ya Allah, berkah ramadhan.
Karena dapet gelar S.Ked-nya ga pake bikin skripsi, jadi mau bikin ucapan-ucapan terimakasih disini yaa...biar berasa gitu bikin ucapan terimakasih, hehee
Pertama, puji dan syukur kehadirat Allah Swt, sungguh Allah Maha Besar dan Maha Mengabulkan doa-doa, Allah yang menolong dan selalu memberikan kemudahan dan kelancaran disetiap ujian-ujian saya. Alhamdulillah. Terimakasih yang tak terhingga untuk kedua orang tua saya yang selalu memberikan dukungan dalam segala bentuk baik doa maupun materi hingga pendidikan kedokteran ini selesai. Sungguh saya sangat menyadari begitu besarnya peran kedua orang tua dalam keberhasilan yang saya capai. alhamdulillah. Terimakasih yang tak terhingga juga Rani haturkan buat Tante Ertaty dan Om Harry yang selalu mendukung dan mendoakan Rani disetiap ujian Rani, akhirnya Rani sarjana juga :') alhamdulillah. Sukses selalu buat Papa Mama, Om dan Tante, Aamiin YRA.
Buat Hartawan PPJ Wisnu W :) terimakasih buat semua doa dan dukungannya disetiap keadaan, terimakasih untuk kesabarannya dan terlebih lagi terimakasih buat semua perjalanan menjadi pribadi yang lebih baik. Alhamdulillah, akhirnya nyusul jadi sarjana juga :') sukses ya Wis buat ppak-nya :D bismillah..
Buat Carissa RVP, terimakasih buat persahabatan selama kuliah di FK Trisakti, terutama untuk tahun-tahun terakhir dimana kita lebih banyak waktu bersama dan berjuang bersama termasuk menggalau bersama, hehee. Terimakasih buat berbagai pelajaran hidup bersama, perjuangan SOCA dan OSCE bersama, subhanallah ya tahabaat, akhirnya selesai juga kita. alhamdulillah.
Sushi Tei bersama Cuiii
Buat Rifti, terimakasih buat persahabatan selama kuliah di FK Trisakti, semua sharing dalam keadaan senang atau susah. Semua pelajaran dalam bersahabat, semua kesabaran, kebaikan dan segala bentuk keikhlasan, terimakasih :) Pelajaran hidupnya berharga banget dan ga akan pernah dilupain. insyaAllah, aamiin, semoga kedepannya kita bisa sukses sama-sama bareng curi juga :)Aamiin
Buat temen-temen dari SD, SMP, SMA yang ikut bantuin doa di setiap ujian2 gede Rani, baik itu SOCA atau OSCE, terimakasih banyak :) tanpa doa-doa kalian nggak akan selancar dan semudah ini. alhamdulillah.
Buat temen-temen seangkatan FK Trisakti 2008, terimakasih atas kerjasama dan belajar barengnya. Alhamdulillah akhirnya kita s.ked jugaaa...huwaaaa...hehee
Mudah-mudahan nggak ada yang ketinggalan, oh iyaaa...!
Terimakasih buat Pak Hasyim, dan adik-adik di panti asuhan yang selalu bantu doa buat Rani :') alhamdulillah, selesai juga akhirnya kuliahnya. Semoga untuk koassnya selalu diberikan tempat menimba ilmu yang terbaik, dimanapun asalkan itu yang terbaik dan bisa mendapatkan ilmu terbaik dan berkah dari Allah SWT, aamiin YRA.
:')
Ramadhan tahun ini emang berkesan banget, karena pada akhirnya bisa membuat kedua orang tua bangga. Semoga kedepannya semakin banyak hal yang bisa membuat kedua orang tua saya bangga. Aamiin, karena Rani merasakan banget ketika kedua orang tua bahagia disitulah berkah mengalir begitu deras disetiap tindakan Rani. subhanallah wal hamdulillah.
okee...karena ada janji meeting 9 menit lagi, sharing2nya dilanjut lagi besok insyaAllah...
Keep Pray, Positive and Persistence
Wassalamu'alaikum
^__^
Udah lama banget nggak ngeblog, rasanya lupa gimana cara memulai blog :p ahahahaa...
Tahun ini, saya menyambut ramadhan dengan persiapan yang lebih banyak dari sebelumnya. Biasanya ditahun-tahun sebelumnya bahkan diminggu-minggu mendekati ramadhan masih belum tergerak juga untuk membayar utang puasa ditahun sebelumnya. Alhamdulillah, ditahun ini utang puasa insyaAllah bersih dan memperbanyak dzikir beserta doa menyambut ramadhan. Rasanya beda banget ramadhan tahun ini, mungkin juga karena kedekatan dengan Allah juga berubah, jadi rasanya lebih mensyukuri banget datangnya bulan ramadhan. Subhanallah...
Kenapa bulan ramadhan tahun ini juga lebih prepare dari sebelumnya juga karena saya harus melewati ujian akhir yang bener-bener akhir dari kuliah saya. Alhamdulillah dengan restu orang tua, doa keluarga besar, doa orang-orang terdekat, dan ditambah sedekah :') akhirnya saya bisa meraih gelar S.Ked dengan sekali ujian. Alhamdulillah, berkah ramadhan banget :') subhanallah wal hamdulillah. Walaupun rasanya meraih gelar itu ga seberapa selebrasinya karena masih harus nyemangatin temen-temen yang harus berjuang lagi untuk ujian hernya.
Naaahh, ini dia si surat yang bikin dag dig dug pas nerimanya, heheee...alhamdulillah banget Ya Allah, berkah ramadhan.
Karena dapet gelar S.Ked-nya ga pake bikin skripsi, jadi mau bikin ucapan-ucapan terimakasih disini yaa...biar berasa gitu bikin ucapan terimakasih, hehee
Pertama, puji dan syukur kehadirat Allah Swt, sungguh Allah Maha Besar dan Maha Mengabulkan doa-doa, Allah yang menolong dan selalu memberikan kemudahan dan kelancaran disetiap ujian-ujian saya. Alhamdulillah. Terimakasih yang tak terhingga untuk kedua orang tua saya yang selalu memberikan dukungan dalam segala bentuk baik doa maupun materi hingga pendidikan kedokteran ini selesai. Sungguh saya sangat menyadari begitu besarnya peran kedua orang tua dalam keberhasilan yang saya capai. alhamdulillah. Terimakasih yang tak terhingga juga Rani haturkan buat Tante Ertaty dan Om Harry yang selalu mendukung dan mendoakan Rani disetiap ujian Rani, akhirnya Rani sarjana juga :') alhamdulillah. Sukses selalu buat Papa Mama, Om dan Tante, Aamiin YRA.
Buat Hartawan PPJ Wisnu W :) terimakasih buat semua doa dan dukungannya disetiap keadaan, terimakasih untuk kesabarannya dan terlebih lagi terimakasih buat semua perjalanan menjadi pribadi yang lebih baik. Alhamdulillah, akhirnya nyusul jadi sarjana juga :') sukses ya Wis buat ppak-nya :D bismillah..
Buat Carissa RVP, terimakasih buat persahabatan selama kuliah di FK Trisakti, terutama untuk tahun-tahun terakhir dimana kita lebih banyak waktu bersama dan berjuang bersama termasuk menggalau bersama, hehee. Terimakasih buat berbagai pelajaran hidup bersama, perjuangan SOCA dan OSCE bersama, subhanallah ya tahabaat, akhirnya selesai juga kita. alhamdulillah.
Sushi Tei bersama Cuiii
Buat Rifti, terimakasih buat persahabatan selama kuliah di FK Trisakti, semua sharing dalam keadaan senang atau susah. Semua pelajaran dalam bersahabat, semua kesabaran, kebaikan dan segala bentuk keikhlasan, terimakasih :) Pelajaran hidupnya berharga banget dan ga akan pernah dilupain. insyaAllah, aamiin, semoga kedepannya kita bisa sukses sama-sama bareng curi juga :)Aamiin
Buat temen-temen dari SD, SMP, SMA yang ikut bantuin doa di setiap ujian2 gede Rani, baik itu SOCA atau OSCE, terimakasih banyak :) tanpa doa-doa kalian nggak akan selancar dan semudah ini. alhamdulillah.
Buat temen-temen seangkatan FK Trisakti 2008, terimakasih atas kerjasama dan belajar barengnya. Alhamdulillah akhirnya kita s.ked jugaaa...huwaaaa...hehee
Mudah-mudahan nggak ada yang ketinggalan, oh iyaaa...!
Terimakasih buat Pak Hasyim, dan adik-adik di panti asuhan yang selalu bantu doa buat Rani :') alhamdulillah, selesai juga akhirnya kuliahnya. Semoga untuk koassnya selalu diberikan tempat menimba ilmu yang terbaik, dimanapun asalkan itu yang terbaik dan bisa mendapatkan ilmu terbaik dan berkah dari Allah SWT, aamiin YRA.
:')
Ramadhan tahun ini emang berkesan banget, karena pada akhirnya bisa membuat kedua orang tua bangga. Semoga kedepannya semakin banyak hal yang bisa membuat kedua orang tua saya bangga. Aamiin, karena Rani merasakan banget ketika kedua orang tua bahagia disitulah berkah mengalir begitu deras disetiap tindakan Rani. subhanallah wal hamdulillah.
okee...karena ada janji meeting 9 menit lagi, sharing2nya dilanjut lagi besok insyaAllah...
Keep Pray, Positive and Persistence
Wassalamu'alaikum
^__^
Wednesday, June 20, 2012
It's ME
Assalamu'alaikum wr.wb
Mau sedikit narsis dengan membagi foto-foto terbaru dengan hijab :D Alhamdulillah semenjak memutuskan untuk berhijab diawal tahun 2012 tepatnya akhir bulan Januari, kehidupan saya menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Segala sesuatu yang terjadi saya serahkan hasilnya kepada Allah Swt, bahkan ketika saya harus gagal dalam sebuah ujian, maka saya yakin Allah Swt sudah merencanakan yang terbaik buat saya :) bahkan ketika hubungan saya dengan seseorang harus berubah menjadi sahabat maka saya yakin itulah yang terbaik buat saya, dia, dan semua orang disekitar saya. Alhamdulillah buah dari keyakinan itu adalah semuaaaa jauuhhh lebih baik dari yang saya inginkan :) Terimakasih Ya Allah...
Doa saya semoga, ketaatan saya kepada Allah Swt tidak pernah berkurang, kalau bisa bertambah dan terus bertambah...Aaamiin YRA...
Daaan...inilah keisengan saya sewaktu di stase Keterampilan Umum

Kenapa backgroundnya Irian Jaya? hmmm....ada cerita dibalik keinginan saya untuk PTT di pulau ini. Selain karena motivasi dari dosen radiologi yang menceritakan betapa banyak pengalaman berharga yang diperolehnya selama di Irian dan bagaimana bisa mencicil untuk membangun rumah dari gaji selama PTT (ini paling penting) uppss...kenapa udah mikirin nyicil rumah sih Ran? emang udah mau nikah?
hehee...belum sih, tapi kalo' dikasih Jodoh dalam waktu dekaat kan setidaknya udah ada yang saya persiapkan yang menunjukkan betapa saya serius dalam hal ini :)
Menurut saya, membangun sebuah keluarga itu bukan sekedar ibadah kepada Allah Swt, tapi juga seni bagaimana membangun sebuah 'istana' di dunia dan di akhirat :) dan itu ga cuma dibebanin ke suami aja, tapi istri juga berpartisipasi didalamnya. Ya kalo' misalnya istrinya ga kerja bisa menjadi Menteri Keuangan yang baik dong kalo' udah mau mempelajari banyak hal tentang investasi dan bagaimana mengatur pengeluaran dan tetap bisa menabung untuk hal-hal yang bersifat darurat.
Agak jahat sih menurut saya kalo' masih banyak orang yang berfikir umur saya sekarang (22 tahun) masih disebut usia yang muda untuk memulai sebuah rumah tangga. Sebenarnya tergantung yang berusia 22 tahun itu sejauh mana visi dan misinya tentang rumah tangga. Seorang sahabat saya saja bisa menikah diumurnya yang baru saja menjadi 21 tahun dengan restu kedua orang tua, tetap melanjutkan kuliah dan tetap bekerja menghidupi kehidupan mereka sendiri. :) sangat membanggakan bukan?
eh! kok jadi kesini sih ngebahasnya... :)) hahhaa, kita skip aja ya, nanti kapan2 dibahas lebih lanjut.
Nah, alasan lain kenapa saya memilih Irian untuk tempat PTT adalah saya merasa Allah Swt menunjukkan jalan saya untuk kesana :) hehee,
Nah yang dibawah ini adalah keisengan saya gabung2in foto2 berhijab....

daaan...
perut lagi ngaco banget nih (period) >< sampai ketemu lagiiii...
Wassalamu'alaikum wr.wb
Yang baik ambil sebagai pelajaran, yang buruk maka buang jauh2 dan tegur saya. Terimakasih
Mau sedikit narsis dengan membagi foto-foto terbaru dengan hijab :D Alhamdulillah semenjak memutuskan untuk berhijab diawal tahun 2012 tepatnya akhir bulan Januari, kehidupan saya menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Segala sesuatu yang terjadi saya serahkan hasilnya kepada Allah Swt, bahkan ketika saya harus gagal dalam sebuah ujian, maka saya yakin Allah Swt sudah merencanakan yang terbaik buat saya :) bahkan ketika hubungan saya dengan seseorang harus berubah menjadi sahabat maka saya yakin itulah yang terbaik buat saya, dia, dan semua orang disekitar saya. Alhamdulillah buah dari keyakinan itu adalah semuaaaa jauuhhh lebih baik dari yang saya inginkan :) Terimakasih Ya Allah...
Doa saya semoga, ketaatan saya kepada Allah Swt tidak pernah berkurang, kalau bisa bertambah dan terus bertambah...Aaamiin YRA...
Daaan...inilah keisengan saya sewaktu di stase Keterampilan Umum

Kenapa backgroundnya Irian Jaya? hmmm....ada cerita dibalik keinginan saya untuk PTT di pulau ini. Selain karena motivasi dari dosen radiologi yang menceritakan betapa banyak pengalaman berharga yang diperolehnya selama di Irian dan bagaimana bisa mencicil untuk membangun rumah dari gaji selama PTT (ini paling penting) uppss...kenapa udah mikirin nyicil rumah sih Ran? emang udah mau nikah?
hehee...belum sih, tapi kalo' dikasih Jodoh dalam waktu dekaat kan setidaknya udah ada yang saya persiapkan yang menunjukkan betapa saya serius dalam hal ini :)
Menurut saya, membangun sebuah keluarga itu bukan sekedar ibadah kepada Allah Swt, tapi juga seni bagaimana membangun sebuah 'istana' di dunia dan di akhirat :) dan itu ga cuma dibebanin ke suami aja, tapi istri juga berpartisipasi didalamnya. Ya kalo' misalnya istrinya ga kerja bisa menjadi Menteri Keuangan yang baik dong kalo' udah mau mempelajari banyak hal tentang investasi dan bagaimana mengatur pengeluaran dan tetap bisa menabung untuk hal-hal yang bersifat darurat.
Agak jahat sih menurut saya kalo' masih banyak orang yang berfikir umur saya sekarang (22 tahun) masih disebut usia yang muda untuk memulai sebuah rumah tangga. Sebenarnya tergantung yang berusia 22 tahun itu sejauh mana visi dan misinya tentang rumah tangga. Seorang sahabat saya saja bisa menikah diumurnya yang baru saja menjadi 21 tahun dengan restu kedua orang tua, tetap melanjutkan kuliah dan tetap bekerja menghidupi kehidupan mereka sendiri. :) sangat membanggakan bukan?
eh! kok jadi kesini sih ngebahasnya... :)) hahhaa, kita skip aja ya, nanti kapan2 dibahas lebih lanjut.
Nah, alasan lain kenapa saya memilih Irian untuk tempat PTT adalah saya merasa Allah Swt menunjukkan jalan saya untuk kesana :) hehee,
Nah yang dibawah ini adalah keisengan saya gabung2in foto2 berhijab....

daaan...
perut lagi ngaco banget nih (period) >< sampai ketemu lagiiii...
Wassalamu'alaikum wr.wb
Yang baik ambil sebagai pelajaran, yang buruk maka buang jauh2 dan tegur saya. Terimakasih
Subscribe to:
Posts (Atom)






