Saturday, October 29, 2011

Arti sebuah pelukan

Hujan mulai membasahi Kota Jakartaku yang padat dan dipenuhi kendaraan pribadi..
Petir membelah langit, gelegarnya menggema didalam kamar kosan yang sepi, hari ini hujan pertama tahun ini, dan hujan pertama ini, Rara (temen kosan) yg biasanya suka main ke kamar, ga ada karena dia pulaang ke rumah :( huhuu

Sakit gigi menyelimuti sepi malam dingin ini (udah sepi, dingin, sakit gigi pula...kasian yahhh)
Jari-jari mulai sibuk memencet keypad bb, mengadu manja ke Wisnu kalo' gigiku sakit banget dan takut sendirian dikosan :(
Bbmnya di balas pendek2, seneng karena sakitnya sedikit terobati cuma dengan bbm pendek-pendek berisikan emoticon peluk :') rasanya seperti ditemani dari jauh, walaupun dia sendiri lagi sibuk dan pusing, tapi tetep bisA manjain aku, rasanya :')

Pelukan itu ga harus nyata...
Pelukan itu ga harus mendekatkan dua tubuh berbeda..
Pelukan itu ga harus bisa mendengar detak jantungnya tepat ditelingaku...
Pelukan virtual dari apa yang kubaca rasanya cukup...
Pelukan virtual itu rasanya proses aku untuk terbiasa jauh darinya nanti...
Pelukan virtual itu....sedikit mengobati rasa rindu dan ingin dimanja :')

Sebelumnya ga pernah senyaman ini :')
Mungkin karena apa yang akau rasain ke dia semakin dalam...mungkin karena slama 10 bulan ini udah banyak kejadian yg membuat jatuh bangun dan belajar buat lebih dewasa...
Mungkin karena emang Wisnu yg buat aku belajar buat begitu menghargai keberadaannya di kehidupanku....

Buatku,
Pelukannya, nyata ataupun tidak, adalah tempat ternyaman yang pernah aku rasakan, slain rumah dan pelukan kedua orang tuaku :')
Mungkin ini pertanda....
Semoga dia yang terbaik buat sisa hidupku.... :')
I LOVE YOU HPPJWW

Friday, October 28, 2011

Memperingati Hari Blogger Nasional :D

Ga kerasa yaa, udah sejak tahun 2009 gue ngeblog :)
Cerita sakit dan senang silih berganti, dan ada orang yang datang kemudian pergi, berganti... :)

Banyak banget yang habis gue alamin belakangan ini, cuma rasanya ga cukup buat di ceritain satu-satu. Sayang juga sih sebenernya ga bisa berbagi ceritanya, kapan-kapan kalo' lagi pengen cerita pasti bakal dishare kok :)

Kemaren itu sempet heboh gara-gara nontonin video-videonya Benakribo :)) ntah bagaimana awalnya sampai kehidupan Benakribo jadi penting dikehidupan gue, Rara dan Acil :D dan sangking terinspirasi sama Benakribo, Acil mencoba meng-upload videonya dan rara nyanyiin Only hope (silahkan klik ini buat liat videonya : http://www.youtube.com/watch?v=QKLRVuvIxFQ ) :D lucu bangeett

Dan, kita tiba-tiba jadi maniak youtube gitu, search dan nemu Boyz II boys. Sangking terobsesi jadi artis dadakan, akhirnya kita bertiga ngerekam video lagi, nyanyiin Skyscrapernya Demi lovato (silahkan klik ini buat liat videonya : http://www.youtube.com/watch?v=-cO9eSGbvbI&feature=related )

Blogging makin seru setelah pacar memutuskan buat bikin blog juga karena nampaknya dia mulai ga cukup nampung cerita dikehidupan dia :)) dan jadilah kami para blogger yang suka sharing cerita-cerita cinta disekitar kita, atau cerita cinta kita sendiri, maupun cerita-cerita soal pertemanan, kehidupan, senang dan sedih kita dalam meraih cita-cita :)

Semoga kedepannya, kita berdua bisa lebih saling ngerti dan saling melengkapi :) AMIN

HIDUP PARA BLOGGER!

Thursday, October 13, 2011

Cermin

Pernah nggak sih kamu ngerasa kalo' apa yang kamu alamin itu nggak mungkin dialamin orang lain? Apa yang kamu rasain ga mungkin dirasain orang lain, apa yang bikin kamu sakit ga mungkin bikin orang lain sakit...? Pernah kayak gitu? Sepertinya mulai sekarang kalian harus buang jauh-jauh pemikiran itu, karena bukan kamu saja manusia di dunia ini yang paling sakit atau paling menderita, banyak orang mengalami hal yang sama, atau bahkan lebih parah dari apa yang kamu alami....

Berawal dari pembahasan ringan dan sedikit tegang dengan sahabatku semasa SMP, Tasya, seorang gadis 20 tahun yang sejak SMP sudah menunjukkan bakat kreatif di bidang fashion dan kerajinan tangan. Sejak SMP kelas 2 semester 2 tidak lama setelah aku pindah di sekolah islam ini, Tasya menyusul masuk. Mungkin didorong rasa menjadi 'siswa baru' membuat aku dan Tasya cukup dekat. Kami suka berbagi cerita, tertawa, bernyanyi, makan siang bersama. Dibanding dengan 6 cewek lainnya, aku paling nyaman dan paling dekat dengan Tasya (maklum, sekolah kami memang baru dan sekelas kami hanya ber-20, dengan 8 orang cewek didalamnya).


Ini waktu kita berdua mos SMP :D lucu yaahh...

Awalnya aku menanyakan pada Tasya soal masa SMP dulu, dimana dia sempat marah dengan apa yang aku katakan. Bahkan aku nggak menyadari itu, sampai dia mengirimkan sebuah surel (surat elektronik). :) surelnya masih aku simpan sampai sekarang, umur surel itu sudah 6 tahun 8 bulan (besok 19 Oktober 2011). Itu adalah surel paling berharga yang nggak akan pernah aku hapus :) karena keberadaan surel itu yang meyakinkan aku, bahwa sedekat apapun kita dengan seseorang, dan kemudian sempat terpisah karena ketidaksamaan prinsip dan pemikiran, sampai kapan pun dia akan menjadi orang yang berharga dan ga akan pernah jauh dari kehidupan kita.


Ini pas akhir kelas 3 deh kayaknyaa....

Mungkin setelah kejadian itu, Tasya gak lagi sering menghabiskan waktu bersamaku, tapi jauh-jauh hari, minggu, bulan, bahkan tahun setelahnya, kita semakin dekat walaupun telah terpisah jarak karena nggak lagi disekolah yang sama. :) waktu itu kelas 2 SMA, dan aku sempat mampir main dirumahnya :) kita bermain bersama, foto-foto, seperti nggak pernah terjadi hal-hal yang menyakitinya. Seperti sebelumnya kita nggak pernah jauh. Seperti sejak awal hingga saat itu, kami adalah teman dekat yang slalu bersama.


Ini foto terbaru kita setelah kuliah :)

Lewat BBM aku menceritakan apa yang sedang aku alami, hampir sama dengan kejadian ketika aku dan dia jaman dahulu ketika SMP. Dan aku diberi pandangan yang netral soal masalahku, aku menyadari kesalahanku, dan aku sama Tasya juga menyadari ada yang berlebihan dikasus ini. Kalimat balasan BBM Tasya yang nggak akan pernah aku lupa walaupun udah di end chat, dia bilang kayak gini "Kalo aku sih Ran, temen itu udah kayak sodara, dan ga ada artinya buat aku marah lama-lama atau ngediemin kamu lama-lama, buat aku, temen itu berarti kita nerima semua kebaikan dia dan keburukan dia. Aku sih, kalo' kamu ada yang buruk menurut aku yaa aku sekedar ngingetin, selebihnya mau kamu dengerin atau kamu ga lakuin ya udah, itu hak kamu, bukan berarti terus aku ninggalin kamu"

Senyum dan tetesan air mata membasahi pipiku, mungkin....selama ini aku baru menyadari betapa berharganya Tasya dikehidupan aku :') karena, apapun yang terjadi diantara kita, sampai detik ini pun, kita tetap saling berbagi :') Peluk dan cium buat sahabatku Tasya :)

Dilain sisi, aku mencoba mencari jawaban dari semua kejadian ini ke Wisnu. Jelas ya, aku menyadari kalo' cowok itu lebih cuek dan lebih logis banget pemikirannya :) Tapi ada kalimat penting yang aku nggak bakal lupa dari dia, "Kamu tetep berusaha baik-baik aja sama dia, ntah dia bersikap cuek atau seadanya nanggepinnya itu terserah dia. Aku ga mau kamu ikutan cuek atau menghindar apalagi kalo' sampe kamu nangis lagi gara2 ditanggepin kayak gitu..Aku ga mau banget kamu nangisin itu lagi. Ya gimana-gimananya, aku tetep berharap suatu hari kamu baik lagi sama dia, gimana pun juga dia pernah deket sama kamu"

Mencoba bercermin, merefleksikan ragaku saat ini...
Aku masih bisa berdiri, aku masih bisa tersenyum, dan aku masih bisa berusaha, :)
Kembali bercermin dan memasukkan jiwaku ketika SMP,
Aku kembali optimis, dan berharap kalo' waktu bakal nyembuhin segala sesuatunya :)

Bercermin,
Bahwa yang lalu, yang menyakitkan, suatu hari akan dikenang sebagai suatu cerita pengalaman paling menyentuh dan membahagiakan, bahkan mungkin....mengundang gelak tawa siapapun yang mendengar ceritanya....
:)

"Ketika mengenal seseorang dan selalu melihat sisi baiknya, kita menjadi sangat terikat dan merasa nyaman didalamnya. Jika suatu hari sisi buruknya terlihat, apa kita akan meninggalkannya? Mengingatkan, kemudian tidak peduli atau memilih berdiri diantara sisi baik dan sisi buruknya? Mengingatkan, memantau dan tetap berbagi suka duka bersama" - Rani (setelah berbagi cerita dengan Tasya dan Wisnu)

:) Buat semua orang yang telah tersakiti oleh diriku, Maaf sekali lagi tulus ku ucapkan, ini diriku, jika memang diriku yang seperti ini tidak bisa kalian terima lagi, coba jadikan semua yang telah terjadi sebagai pelajaran, dan coba lihat aku sebagai teman yang kalian kenal, walaupun memang tidak bisa seperti dulu lagi :)

Aku sadar, melupakan hal yang menyakitkan itu sulit, karena aku melihatnya sendiri setiap hari dikehidupanku.....Tapi bukan berarti kita tidak bisa berjalan untuk maju kan?

Wednesday, September 28, 2011

Obrolan ringan

Pengen sharing sebuah obrolan ringan aku sama Wisnu, yang berawal sedikit canggung dan berakhir dengan mata berkaca-kaca dan senyum bahagia dariku. Berawal dari sebuah perdebatan kecil yang terjadi beberapa waktu yang lalu, tepatnya 20 September 2011. Malam itu, Wisnu emang lagi capek-capeknya, seharian itu adalah hari tersibuknya, dan seterusnya tiap hari Selasa akan seperti itu. Terlihat jelas aku masih belum terbiasa dengan keadaan seperti itu, dan sempat berkicau di twitter "SIBUK MAKSIMAL YA HARI SELASA ITU" dan pake huruf besar semua, ini tweet ga nyantai banget yaa -___-"

Dan akhirnya Wisnu pun mempertanyakan kenapa aku ngetweet kayak gitu, bukan karena itu yang membuat malam ini aku berceceran air mata tapi karena tiba-tiba aja Wisnu nglakson lama (yaa, tiap kali dia perjalanan pulang, aku slalu nemenin dia ditelfon). Jelas ada mobil lain yang ngaco nyetirnya dan dia jadi emosi, aku nyoba buat nenangin dia, dan untuk kali ini masih baik-baik saja. Kedua kalinya terjadi, dan aku mencoba menghibur dengan melucu sedikit bermanja-manja tapi kali ini gak berhasil, dan telfon saat itu diakhiri karena mungkin dia lagi ga mau ditemenin (pikiranku saat itu).



Sakit sih rasanya, karena aku mikir kalo' Wisnu nggak mau ditemenin sama aku, dan aku juga ngerasa kalo' usaha aku buat ngehibur dia itu nggak ada artinya. Dan malam itu pun berakhir dengan linangan air mata, karena mind set yang aku buat sendiri.

Paginya, tanggal 21 September 2011 :) Wisnu nelfon setelah aku ping! bbm, kalimat pertama yang keluar dari mulut dia adalah "kalo aku ga nelfon, kamu ga akan nelfon aku??" dan dengan ga bersalah aku bilang "mm...nggak..." sebenernya rada lupa kronologisnya kayak gimana, yang jelas disitu aku emosi karena lagi-lagi ngerasa dipojokin karena ga mau nelfon duluan, disisi lain sedih juga kenapa hal kayak gini aja dimasalahin, cuma soal nelfon gitu, trus kenapa kalo' aku ga mau nelfon karena ga enak ngebangunin dan bla bla?!?!



Emosi membuncah, dan lagi-lagi air mata mengalir, sukseslah membuat palpebra superior dan inferior bengkak kayak bola ping-pong, dan akhirnya pake kacamata buat nutupin -___-"

Siangnya, diajakin temen aku si Eren buat nonton Final destination :D bareng sama Rifti akhirnya aku berangkat ke TA berdua, pesen tiket dulu. Karena masih banyak waktu sebelum dimulai filmnya, akhirnya kita ke tempat sushi dan lucunya mesen makanan yang sama -____- begini niih namanya sahabat...sehati segala2nyaa ddeehh...

Dan aku nyoba ngajak Wisnu, dia nggak mau dipesenin (oh iya, Wisnu diajakin nonton bareng juga)dan bersyukur aja dia mau nyusulin ke sushi. Abis kenyang, buru-buru ke XXI, nontooon film lebay dan sereeeemmm, dan akhirnya pulaaang. Tadinya mau langsung pulang, tapi tiba-tiba diajak nonton lagi sama Wisnu, nonton Hangover part2!! ^___^


ini film bodooh paraaaaaahhh!!

Sebelum nonton, ada waktu jeda, dan aku disuruh cerita sama Wisnu, soal apa yang aku rasain semalem. Dan setelah aku cerita, dia bilang kalo’ ya posisinya dia lagi kesel, dan aku ga fokus sama dia, daripada dia bikin bete aku, akhirnya dia memutuskan buat mengakhiri telfonnya dan disalah artikan sama aku yang mikir kalo’ dia itu ga mau ditemenin sama aku. Ya namanya juga cewek, kalo’ udah ngerasa ngelakuin sesuatu dan ternyata di kasih respon yang ga diharepin yang ada malah galau kan. Abis dijelasin sama Wisnu, aku baru sadar kalo’ aku terlalu egois, aku terlalu mikir kalo’ aku yang sakit, sedangkan aku ga mikir kalo’ apa yang dia lakuin itu sebenernya buat ngejaga perasaan aku, buat mencegah supaya ga terjadi hal buruk.

Ada lagi yang bikin aku makin terharu dari pembicaraan kita sore ini, kita lagi ngebahas soal telfon tadi pagi, disaat aku ngerasa “Apa? Lagi-lagi Cuma gara-gara aku ga nelfon dan aku dipojokin lagi?” bayangin dong, pagi-pagi mau berangkat ke kampus tiba-tiba disodorin pertanyaan “Jadi kalo’ aku ga nelfon kamu, kamu ga bakal nelfon aku??” what the hell is going on dude? Masih aja yaa pagi-pagi bikin kesel. Well, yap…itu yang aku pikirin tadi pagi, tapi seketika semuanya berubah ketika Wisnu ngejelasin. Kalimat pertanyaan pertama yang keluar dari dia ketika mulai ngebahas ini adalah “Kenapa sih kamu masih ga enak aja sama aku?” ya, emang aku tipikal yang nggak enakaan sama semua orang, even sama orang-orang terdekat aku. Tapi kali ini aku jadi menyadari kalo’ rasa nggak enak aku itu, malah ngurangin rasa bahagia dia. Dia jelasin kalo’ nelfon aku dipagi hari dan bangunin aku adalah suatu kebahagiaan tersendiri buat dia. Bisa denger suara aku dipagi hari, itu hal yang menurut aku sepele tapi menurut dia hal yang bisa bikin dia bahagia. Lagi-lagi, akhirnya aku menyadari, Wisnu emang tipikal yang selalu mempermasalahkan hal sepele, dan akhirnya aku tau apa alasannya “Karena kebanyakan orang justru selalu menyepelekan hal sepele, jadi gak mau berfikir secara luas dan dewasa buat hal itu, contohnya aja waktu aku nelfon kamu dan aku ga fokus sama apa yang kamu omongin karena aku juga ngobrol sama temen aku disaat bersamaan, aku ga menyadari itu nyakitin kamu karena aku pikir itu hal sepele, tapi akhirnya kamu ngingetin aku dan aku sadar disitu aku salah. Orang itu cenderung bisa berfikir lebih tenang, lebih dewasa, dan berfikir berkali-kali untuk masalah yang lebih besar, tapi mereka ga akan mau melakukan usaha yang sama untuk hal yang sepele. Bukan berarti hal sepele ga bisa jadi penyebab pasangan putus kan?”

Sore itu, Wisnu bener-bener nyadarin aku soal sesuatu dan ngasih aku jawaban dari semua kekeselan aku selama ini ke dia yang suka mempermasalahkan hal sepele. Wisnu nyadarin aku kalo’ apa yang menurut aku itu hal biasa dan ga berarti, malah bisa memberikan banyak arti buat orang lain. Aku belajar kalo’ hal kecil bisa memberikan dampak yang besar, kayak sekarang, mungkin memang hanya karena masalah telfon di pagi hari, tapi dampaknya sekarang aku jadi jauh lebih menghargai keberadaan Wisnu di kehidupan aku, karena yang selama ini aku pikir dia cuek dan ga peduli kalo’ ditelfon atau nggak, sebenernya dialah yang paling peka sama semua yang terjadi diantara kita. Itu salahnya, aku terlanjur membuat mind set kalo’ cowok ga ngomong apa-apa itu berarti mereka nggak ngerasain apa-apa, cowok cuek omongan dan sikapnya, itu berarti mereka ga suka atau biasa aja sama apa yang kita lakuin ke mereka. Dan semua mind set itu, runtuh seketika dari obrolaan singkat dan ringan sore ini. :)

Tuesday, September 20, 2011

Nggak Pernah Bisa

Dari dulu, ampe sekarang, gue ga pernah bisa ngehibur orang. Nenangin orang apalagi :( yang ada gue malah bikin runyem, nambah kesel....sakit sendiri jadinya....

Pengen banget bisa jadi sesuatu buat orang lain, gimana bisa jadi dokter yang baik kalo' nenangin keadaan ga enak aja ga bisa, ngehibur yang lagi sedih aja ga bisa, nenangin yang lagi marah aja ga bisa....

Pengen banget bisa jadi api unggun yang ngangetin disaat ada yang kedinginan...
Jadi angin yang menyejukkan ketika panas....
Jadi hujan ketika ada yang merasa kekeringan....
Jadi apa aja buat seseorang yang gue sayaang....

tapi nyatanya ga bisa....

Yang Akhirnya Terpilih II

Yaak...saatnya melanjutkan blog sebelumnya yang sempet ke skip sama Rasa berharganya seseorang. ^__^

Sebelum kejadian pusing naik halilintar duduk ditengah itu, ada foto yang aku suka banget, difotoin sama Wisnu. Nungguin momen itu tuh sampe kepanasan dulu lhoo...hihiii



Nah, habis dari halilintar, ummm...kita ngantri bom-bom car! Gara-gara ga mood ngapa-ngapain abis pusing sama si Halilintar itu. ngantri bom-bom car lama juga lhoo...dan sekalinya main, brutal deh aku tabrak sana tabrak sini, dan suatu ketika aku nabrak Wisnu, >< kayaknya kenceng trus dia kayak kepentok gitu kakinya, pas waktu itu sih aku ketawa-ketawa aja, pikir aku paling ntar biru. Pas udah selesai, turun :'( okee itu lututnya kebentur dan bengkak, trus ada kulit ari yang kekelupas karena ada bagian bom-bom carnya yang ga rata :'( maaaaaaaaaaffff :'''''''((

Dikarenakan kaki Wisnu yang cederaaa :( akhirnya kita memutuskan buat naik BIANGLALAAAA ^___^ yeiiiyyy....(ketakutan terbesar Wisnuuu) :D ayaang hebat lho memberanikan diri buat naik Bianglala lagi setelah kejadian dia trauma naik bianglala gara-gara diputer-puter sama temennya >< dan ini dia foto yang berhasil diabadikan.



nah, sekarang saatnya berteriak diangkasa bersama HYSTERIA ^___^ sayangnya ga berhasil membujuk Wisnu buat ikutan nyobain Hysteria. Dan alasannya, katanya biar bisa moto aku :') sweet yaah, dan ini dia hasil fotonyaa



DUFAN IS REALLY FUN!!!



It's the most FUN day ever! ^__^ makasih Ayaang (big hugs) maaf udah bikin kaki kamu bengkak :'(

Hari ini, mungkin jadi hari tercapek dan tergosong yang pernah kita lewatin bareng. Dan aku menyadari, Wisnu emang bakal selalu nyebelin :) but that's he is! and i love all the part of him. Rasanya, punya rasa khawatir sama pasangan itu emang diperluin banget. Munculnya rasa khawatir itu nunjukin betapa kita peduli dan sayang sama dia. Tapi, sering kali aku mikir, terlalu khawatir sama dia bakal bikin dia lemah nggak sih? Atau mungkin ga kalo' rasa khawatir itu malah bikin dia mikir kalo' aku berlebihan?

Bisa genggam tangannya, sama-sama ngelawan rasa takut masing-masing, ngeliat keringet ngalir di wajahnya, ikut pusing sama dia, rasa yang macem-macem kayak gini yang bikin semua jadi begitu indah :)

Semoga kita bisa sharing lebih banyak cerita lagi disini....see yaaa ^___^

Saturday, September 17, 2011

Rasa berharganya seseorang

Skip dulu ya soal dufan kemaren....
Ada rasa yg pengen banget gue share disini, rasa yg bkin air mata gue ga berenti ngalir :')
Ntah sejak kapan gue menyadari betapa berartinya kehadiran Wisnu dikehidupan gue...
Banyak bgt hal yg berubah...termasuk keluarga gue yg jdi welcome bgt sama pacar gue, dlm hal ini Wisnu yg memulai semuanya...

Gue sempet banget mikir buat mempertimbangkan ulang hubungan gue sama Wisnu, karena gue sempet ngalamin masa2 yg isinya berantem mulu..hal2 kecil jdi masalah...dan itu rasanya kayak gondok banget, sakit, berat....kayak semua beban ada sama gue, apalagi seringnya emang slalu tentang kesalahan gue...dimana gue yg salah, gue nentuin konsekuensinya dan gue bikin komitmen barunya...
Semua berubah sejak gue belajar buat terbuka...dan ya, Wisnu juga yg ngajarin buat terbuka..buat ngungkapin apapun yg gue rasain ke dia, termasuk rasa terbebani gue ini..
Dan alhamdulillah banget, semenjak itu, hubungan gue berjalan jauh lebih baik...

Makin hari, rasa takut kehilangan itu makin membuncah dan memenuhi seluruh relung hati...
Mungkin gue emang pernah ngeblog soal seseorang yg begitu berarti dikehidupan gue...but, Wisnu ga cuma sekedar berarti, dia mengubah hal2 yg tdinya gue pikir mustahil sekarang jadi nyata..
Banyak bgt yg gue lewatin sama Wisnu, dan dia ngubah gue jdi jauh lebih baik lagi :') itu yg ngebuat dia ga sekedar berarti, Wisnu itu kebutuhan...keberadaan dia itu kebutuhan primer buat gue,
Ga ada dia gue ga akan kayak sekaraang :') fight ngelawan 1 semester demi IPK target..trus bisa jauh lebih terbuka sama apa yg gue rasain..dan tiba2 aja gue berubah jdi cewek posesif yg bisa2nya ngelarang dia pake jersey item-merah gara2 gue takut ada cewek yg suka sama dia...
Hal2 kayak gini yang bikin...bikin gue takut banget kehilangan dia...
Rasanya nyesek banget kalo' gue harus inget berapa banyak temen cewek yg ada disekitar dia...berapa kemungkinan junior dia yg diem2 suka sama dia.....

Sementara gue ya kayak gini...cewek biasa2 aja, yg ga pernah dandan, ga modis, super apa adanya...cuma bermodalkan calon dokter dengan skill sdikit kayak anak cowok walaupun anak satu2nya (dri kecil udah didik kayak anak cowok begini deh wujudnya)

Tapi, semenjak pacaran sama Wisnu, bokap sering bilang kalo' gue jadi keliatan lebih cantik...even ga dandan, ada sesuatu yg berbeda sama gue, katanya gue selalu keliatan berseri2 :') yaa...segitu berefeknya keberadaan Wisnu di kehidupan gue... :')

Pengen nulis banyak kata...
Masih banyak yg pengen diungkapin, tapi mata udah kyk bola pingpong, cao dulu deeh...nite2