Tercengang dihari Minggu pagi lalu, nggak biasa-biasanya ada missed call di no.simpati, dan dari Wisnu (makin kaget) pas liat bbm, dia ngejelasin sesuatu, dan gue disuruh liat timeline dia kalo' penasaran dan mau tau kenapa ditelfon subuh2 tadi.
Langsung ngebuka timeline, :( yang pertama kebaca adalah "Ya Allah...Polisi cepetaann!!" :( ngebaca ini dipikiran gue yang ada diawang-awang, nggak kebayang apa yang abis dilewatin sama Wisnu beberapa jam yang lalu saat gue masih tertidur dan ga terbangun pas dia telfon :(
Beberapa jam setelah ngebaca timeline, akhirnya gue nelfon Wisnu, diceritain kronologisnya. Ternyata dia ngeliat kecelakaan didepan matanya, buat sharing aja yaa..kejadiannya di Tol Pondok Indah, posisinya ini Wisnu dan temen2nya semobil abis nobar bola di KFC pondok indah, kejadian sekitar pukul 04.00 WIB, sebelum keluar tol pasar minggu (kalo' nggak salah), tiba-tiba aja ada CRV lewat cepet dan nabrak pembatas tol, kebanting kekiri dan nabrak tebing, terguling-guling, hancur...bemper terpisah di jalur tengah.
Mobil temennya Wisnu ngelewatin TKP dulu, baru parkir nepi (jaga jarak soalnya masih ada api2, takutnya meledak) Ragu-ragu mau nolongin atau nggak, ternyata ada cewek yang keluar dari mobil itu, nunggu cewek itu rada jauh dari mobilnya itu (tetep, perhitungan keamanan takut mobilnya meledak) trus di samperin, dibantuin telfon emergency call (112) yang ternyata susah banget nyambungnya, dan sekalinya nyambung nggak ada yang angkat, jadi buat emergency, mending simpen no.tlp rumah sakit di tiap wilayah jakarta -__-"
Setengah jam kemudian polisi baru dateng, ambulans juga, si cewek yang selamat ini bolak balik nanyain kabar temennya yang di belakang kemudi, tapi...diantara Wisnu dan temen2nya itu nggak ada yang bisa bilang apa yang terjadi, dia cuma bilang buat cewek ini naik ambulans duluan, tapi berkali2 cewek ini nolak dan lebih milih ambulansnya buat temennya itu aja, padahal....temennya yang dibelakang kemudi itu udah nggak bernyawa, dan kondisi yang parah :(
Semenjak kejadian itu, Wisnu bilang nggak mau lagi ngebut-ngebutan. Disatu sisi, gue kasian karena pasti dia bakal suka keinget kejadian itu, apalagi itu termasuk tol yang lumayan sering dia lewatin. Dan disisi lain, gue bangga banget sama Wisnu :) dia sama temen-temennya mau berenti buat ngeliat keadaan dan nolongin korban yang selamat dan tetep berusaha ngejaga ketenangan dengan nggak ngasih tau keadaan temennya satu lagi yang udah meninggal :( secara gak langsung, naluriah aja mereka udah menerapkan tahapan-tahapan sebagai penolong hebat :) salut :) udah gitu yang lebih ngebanggainnya lagi, niat dia buat nggak ngebut-ngebutan itu nggak cuma niat, beneran aja pas Senin jalan sama dia, selama perjalanan nggak pernah lebih dari 60-70km/jam :) walaupun keadaan jalan selenggang apapun :') makin sayang sama dia, dan rasanya jadi kebawa takutnya...takut kehilangan dia :') semoga kita selalu dilindungi oleh Allah SWT, AMIN
Hari ini, iseng ngebuka timelinenya Wisnu lagi. Ada cewek yang mention pengen diceritain soal kejadian kecelakaan kemaren itu :( katanya dia sodaranya. Sedih, dan sesak, dua kata itu yang mencerminkan perasaan gue ketika baca timeline dia, ada beberapa tweet yang mengungkapkan dia kehilangan seseorang yang meninggal itu, sempat ngetweet "bangun tidur ngerasa ilang banget, dan masih nggak nyangka :( :( :("
Bahkan dia sempet masih suka mention orang tersebut :( dikasih emotion hugs :( makin bikin sedih ngeliatnya, ngebayangin ada diposisi kayak gitu....mungkin gue udah gila.... :(
Gue bukan seseorang yang bener-bener bisa menghargai waktu, gue mengakui itu. Bahkan ketika awal ngejalanin sama Wisnu, gue juga dengan bodohnya nggak menghargai dia dengan suka motong pembicaraan dia :'(. Setelah kejadian ini, gue sadar, gue belom ngelakuin apa-apa di dunia ini, yang ada makin hari makin ngumpulin kesalahan dan dosa :(
Pengen berubah, pengen jadi yang terbaik buat orang-orang disekitar gue, pengen ngehargain waktu kayak besok itu hari terakhir dihidup gue :(
Pengen selalu menyayangi semua orang, tanpa terkecuali termasuk orang-orang yang udah pernah ngefitnah dan nyakitin gue.... :(
Semoga ada jalan buat itu semua...
Semoga, gue masih dikasih waktu,
Buat menghargai semua yang ada disekitar gue :') AMIN
Tuesday, May 10, 2011
Tuesday, May 3, 2011
Ini mungkin yang namanya Cinta
Setelah sempat berbeda pendapat, ga sengaja menemukan topik yang bisa merubah moodnya 180 derajat berbeda dari yang awal.
Yang tadinya jawab pendek-pendek, males-males, nggak bereaksi, tiba-tiba jadi riuh lagi, hangat lagi, menyenangkan lagi :')
Thanks to Milan yang ternyata bisa merubah semuanya, semakin gini semakin yakin pengen doain biar Oezil pindah ke Milan aja :D
heheeee
Dari kejadian kemaren-kemaren ini, yang tadinya gue sempet menyerah, terpuruk, sekarang berdiri lagi, bangkit lagi, karena akhirnya gue menyadari...berdua bukan berarti segala sesuatu harus berhubungan hanya antara 2 itu, tapi kita butuh perantara lain yang bisa selalu mendekatkan dan mengikat antara keduanya. Dan alhamdulillah banget, bisa menemukan jembatan penghubung yang lain itu :') terharu banget dan lega, seneng, campur aduk rasanya pas menyadari semua kembali ke normal dan menyenangkan :')
Sayang banget sama Wisnu :*
#inyunyanyinyenyo
Yang tadinya jawab pendek-pendek, males-males, nggak bereaksi, tiba-tiba jadi riuh lagi, hangat lagi, menyenangkan lagi :')
Thanks to Milan yang ternyata bisa merubah semuanya, semakin gini semakin yakin pengen doain biar Oezil pindah ke Milan aja :D
heheeee
Dari kejadian kemaren-kemaren ini, yang tadinya gue sempet menyerah, terpuruk, sekarang berdiri lagi, bangkit lagi, karena akhirnya gue menyadari...berdua bukan berarti segala sesuatu harus berhubungan hanya antara 2 itu, tapi kita butuh perantara lain yang bisa selalu mendekatkan dan mengikat antara keduanya. Dan alhamdulillah banget, bisa menemukan jembatan penghubung yang lain itu :') terharu banget dan lega, seneng, campur aduk rasanya pas menyadari semua kembali ke normal dan menyenangkan :')
Sayang banget sama Wisnu :*
#inyunyanyinyenyo
Monday, May 2, 2011
Nyesek
Aku bukan seonggok batu yang nggak bernyawa
Aku juga bukan malaikat yang tidak memiliki perasaan
Aku ini manusia, bukan yang kuat, namun tak berarti lemah
Aku baru menjalani hidup sesingkat ini, namun air mata yang terbentuk sudah tak terukur lagi..
Semudah ini aku menyerah dengan keadaan?
Masih banyak gunung yang lebih tinggi, laut yang lebih luas, dan gurun yang lebih terik, tapi aku masih saja bertekuk lutut disini...menangis, meratapi keadaan...
Satu kalimat saja sudah membuat hatiku retak...
Apa sebenarnya arti satu kalimat dibanding berkalimat-kalimat yang diucapkannya ketika dimasa indah bersama mu Ran?
Mencoba terus mengerti, memahami, menerima bahwa inilah dia, inilah seseorang yang kau pilih untuk menjadi yang terdekat disisa waktumu...
Aku mencoba, apa dia mencoba?
Aku nggak sekuat yang terlihat...aku bukan mantan-mantannya yang nggak peduli satu dua kalimat yang diucapkannya...aku seseorang yang begitu peduli dengannya...tidakkah dia melihatnya??
Aku berbeda...tidakkah dia melihatnya??
Aku selalu berusaha melakukan yang terbaik untuknya, memutuskan hubungan dengan orang -orang masa lalu aku, mencoba menjaga jarak dengan orang yang dia ga suka, aku lakuin semua itu untuk dia,...karena aku sayang dia...tidakkah dia melihatnya??
Aku mencoba menghiburnya ketika suntuk, memeluknya dari jauh, tapi dia menganggap lain dan nggak membalas peluk mayaku....aku melakukan semua itu karena aku sayang dia, tidakkah dia melihatnya??
Apa yang dia lihat dariku?
Hanya kenyataan bahwa aku berlabel seseorang yang dekat dengannya?
Hanya seseorang yang selalu membuatnya kesal dan marah menemukan aku berbahasa yang menurutnya tidak tepat ke orang lain
Hanya seseorang yang nggak bisa berusaha maksimal demi kebaikannya dan diriku
Hanya seseorang yang nggak pernah bisa jadi yang dia mau...
Aku harus bagaimana...
Begitu aku mengaguminya ketika awal mengenalnya, seseorang yang pemikirannya dewasa dan jauh kedepan, sungguh memukauku untuk ukuran teman seumuranku...
Sebelumnya aku tidak pernah menemukan pria sehebat dia, belum pernah,...sama sekali....
Dan sahabat-sahabatku pun yang mengenalnya membuatku yakin untuk terus mendekatinya..
Namun entah mengapa, belakangan yang terjadi segala sesuatu mulai terasa berat..
Mungkin ini yang disebut cinta?
Karena mempertahankannya dan menjalaninya ga semudah mengawalinya, anggap saja seperti orang yang menikah, mengawalinya mudah, namun mempertahankannya selalu utuh hingga ajal memisahkan itu sulit....
Mungkin selama ini aku terlalu dimanjakan orang pria yang selalu mengikuti kemauanku, selalu memendam rasa kesal atau tidak setujunya terhadap apapun yang aku katakan atau lakukan....
Mungkin ini yang membuat dia berbeda dengan yang lainnya...
Dia berbeda karena mungkin dia diciptakan berbeda untukku, untuk mengisi kekosongan dibagian diriku, untuk melengkapi diriku, mungkin....
Tapi,
Apa itu membenarkan sikapnya yang selalu memandangku salah dan selalu memojokkan aku...? apa memang begitu seharusnya? agar aku jera? agar aku menurut? agar aku menjadi lebih baik lagi? agar aku bisa belajar mengakui kesalahan dan menerima konsekuensinya?
Atau agar aku mengenal dan mempertimbangkan, dan membiasakan ini agar ketika akhirnya kita benar-benar disatukan oleh ikatan yang sebenarnya, aku tidak lagi meraung-raung kesakitan dan merasakan sesak didada karena semua yang terjadi...Mungkin ini memang pembelajaran untukku, untukku agar tidak hanya menerima bagian terbaik dari dirinya, namun juga menerima bagian terburuk darinya...
Aku cuma butuh pelukan...
Pelukan hangat dan sebuah kalimat menenangkanku kalo' semua akan baik-baik saja...
Aku juga bukan malaikat yang tidak memiliki perasaan
Aku ini manusia, bukan yang kuat, namun tak berarti lemah
Aku baru menjalani hidup sesingkat ini, namun air mata yang terbentuk sudah tak terukur lagi..
Semudah ini aku menyerah dengan keadaan?
Masih banyak gunung yang lebih tinggi, laut yang lebih luas, dan gurun yang lebih terik, tapi aku masih saja bertekuk lutut disini...menangis, meratapi keadaan...
Satu kalimat saja sudah membuat hatiku retak...
Apa sebenarnya arti satu kalimat dibanding berkalimat-kalimat yang diucapkannya ketika dimasa indah bersama mu Ran?
Mencoba terus mengerti, memahami, menerima bahwa inilah dia, inilah seseorang yang kau pilih untuk menjadi yang terdekat disisa waktumu...
Aku mencoba, apa dia mencoba?
Aku nggak sekuat yang terlihat...aku bukan mantan-mantannya yang nggak peduli satu dua kalimat yang diucapkannya...aku seseorang yang begitu peduli dengannya...tidakkah dia melihatnya??
Aku berbeda...tidakkah dia melihatnya??
Aku selalu berusaha melakukan yang terbaik untuknya, memutuskan hubungan dengan orang -orang masa lalu aku, mencoba menjaga jarak dengan orang yang dia ga suka, aku lakuin semua itu untuk dia,...karena aku sayang dia...tidakkah dia melihatnya??
Aku mencoba menghiburnya ketika suntuk, memeluknya dari jauh, tapi dia menganggap lain dan nggak membalas peluk mayaku....aku melakukan semua itu karena aku sayang dia, tidakkah dia melihatnya??
Apa yang dia lihat dariku?
Hanya kenyataan bahwa aku berlabel seseorang yang dekat dengannya?
Hanya seseorang yang selalu membuatnya kesal dan marah menemukan aku berbahasa yang menurutnya tidak tepat ke orang lain
Hanya seseorang yang nggak bisa berusaha maksimal demi kebaikannya dan diriku
Hanya seseorang yang nggak pernah bisa jadi yang dia mau...
Aku harus bagaimana...
Begitu aku mengaguminya ketika awal mengenalnya, seseorang yang pemikirannya dewasa dan jauh kedepan, sungguh memukauku untuk ukuran teman seumuranku...
Sebelumnya aku tidak pernah menemukan pria sehebat dia, belum pernah,...sama sekali....
Dan sahabat-sahabatku pun yang mengenalnya membuatku yakin untuk terus mendekatinya..
Namun entah mengapa, belakangan yang terjadi segala sesuatu mulai terasa berat..
Mungkin ini yang disebut cinta?
Karena mempertahankannya dan menjalaninya ga semudah mengawalinya, anggap saja seperti orang yang menikah, mengawalinya mudah, namun mempertahankannya selalu utuh hingga ajal memisahkan itu sulit....
Mungkin selama ini aku terlalu dimanjakan orang pria yang selalu mengikuti kemauanku, selalu memendam rasa kesal atau tidak setujunya terhadap apapun yang aku katakan atau lakukan....
Mungkin ini yang membuat dia berbeda dengan yang lainnya...
Dia berbeda karena mungkin dia diciptakan berbeda untukku, untuk mengisi kekosongan dibagian diriku, untuk melengkapi diriku, mungkin....
Tapi,
Apa itu membenarkan sikapnya yang selalu memandangku salah dan selalu memojokkan aku...? apa memang begitu seharusnya? agar aku jera? agar aku menurut? agar aku menjadi lebih baik lagi? agar aku bisa belajar mengakui kesalahan dan menerima konsekuensinya?
Atau agar aku mengenal dan mempertimbangkan, dan membiasakan ini agar ketika akhirnya kita benar-benar disatukan oleh ikatan yang sebenarnya, aku tidak lagi meraung-raung kesakitan dan merasakan sesak didada karena semua yang terjadi...Mungkin ini memang pembelajaran untukku, untukku agar tidak hanya menerima bagian terbaik dari dirinya, namun juga menerima bagian terburuk darinya...
Aku cuma butuh pelukan...
Pelukan hangat dan sebuah kalimat menenangkanku kalo' semua akan baik-baik saja...
Tuesday, April 19, 2011
:(
Semuanya udah terjadi,
Tapi rasanya nyesek banget, kenapa baru sekarang ngerasa nyeseknya :'( awalnya nggak berfikir kalo' 1 semester itu begitu berarti... :'( mungkin iya dulu nggak begitu berarti karena nggak ada beban pengen lulus bareng2. Tapi sekarang.....
Sekarang beda banget,
Pengen banget bisa lulus bareng-bareng, :'( pengeen bangeet....
Rasanya sakit...
Tapi udah terjadi, harus diapain lagi?
Yang ada sekarang cuma usaha yang terbaik biar bisa dimaksimalin semua kan? nggak akan ada kesempatan kedua, harus diusahain sekarang semuanya....
Harus bisa ngebayar semua kesalahan yang lalu...
Tapi rasanya nyesek banget, kenapa baru sekarang ngerasa nyeseknya :'( awalnya nggak berfikir kalo' 1 semester itu begitu berarti... :'( mungkin iya dulu nggak begitu berarti karena nggak ada beban pengen lulus bareng2. Tapi sekarang.....
Sekarang beda banget,
Pengen banget bisa lulus bareng-bareng, :'( pengeen bangeet....
Rasanya sakit...
Tapi udah terjadi, harus diapain lagi?
Yang ada sekarang cuma usaha yang terbaik biar bisa dimaksimalin semua kan? nggak akan ada kesempatan kedua, harus diusahain sekarang semuanya....
Harus bisa ngebayar semua kesalahan yang lalu...
Apa yang nggak berubah?
Ada yang pernah bilang ke gue : "Mungkin emang orang berubah, tapi ada juga bagian yang nggak pernah berubah"
Kalo' dipikir-pikir dan ditelaah baik-baik, emang bener. Orang pasti berubah, tapi ada bagian dari diri seseorang yang juga nggak pernah berubah. Tapi sering kali kita emang terlalu fokus melihat bagian yang berubah dibandingkan bagian yang nggak berubah. Ya sama halnya dengan lebih mudah melihat sisi negatif diri sendiri dibandingin ngeliat sisi positifnya.
Secara fisik, orang pasti berubah. Secara kematangan pemikiran, pasti berubah juga. Lalu bagian yang nggak pernah berubah itu apa? Perasaan? hmm...orang yang udah nikah bertahun-tahun pun bisa berpisah karena perasaan yang berubah. Lalu apa yang nggak berubah?
Denyut jantung, Paru-paru mengembang, aliran darah, semua hal yang membuat kita hidup suatu saat juga bakal berubah. Ga selamanya fungsinya akan tetap sama. Ada masanya jantung akhirnya lelah memompa darah ke seluruh tubuh, pembuluh darah nggak lagi selega dahulu yang tanpa plak-plak kolesterol, paru-paru mulai sulit bergerak mengembang karena tertutupi oleh lemak-lemak. Lalu apa yang nggak berubah?
Perasaan gue ke orang tua gue pun berubah, yang tadinya gue selalu nggak peduli dimarahin apapun sama mereka, sekarang gue peduli. Gue sekarang nggak berusaha untuk membela diri disaat sedang proses dimarahin, tapi gue mencoba menenangkan mereka. Ternyata emang bukan penjelasan yang mereka butuhin, tapi pengertian gue sama ke khawatiran mereka dan kelapangan dada gue buat mencoba menerima amarah mereka. Sebenernya apapun yang mereka lakuin ke gue cuma karena mereka sayang sama gue, cuma dulu gue ga bisa ngerti cara mereka nunjukinnya ke gue. Dan sekarang gue ngerti, :')
Perasaan gue ke Wisnu,
Jelas berubah...
Yang tadinya sebatas sayang karena dia bikin gue nyaman banget, dia ngisi bagian hati gue yang kosong, dia nyembuhin luka dihati gue, sekarang jadi gue nggak mau kehilangan dia. Mungkin kemaren-kemaren dia yang berusaha buat bikin gue percaya sama perasaannya, rasanya sekarang gue jadi yang berusaha buat ngeyakinin dia. Jadi lebih ada rasa buat ngejaga semuanya, :') buat gue sekarang, dia terlalu berarti dihidup gue. Kalo' nggak ada kabar dari dia beberapa jam aja, rasanya khawatir, pengen sms atau telfon takut ngeganggu. Yang tadinya mikir kalo' nggak akan ada hal-hal yang bikin gue jealous, hmm...makin kesini makin ada aja yang bkin gue jealous. Dan beberapa orang berfikir kalo' cemburu berarti sayang kan?
--" tadinya mau dilanjutin, tapi udah nggak konsen gara2 si Rifti nongol dikosan gue, dilanjut kapan2 deeh yaa soal perubahan-perubahan :D
Have a great day !
Kalo' dipikir-pikir dan ditelaah baik-baik, emang bener. Orang pasti berubah, tapi ada bagian dari diri seseorang yang juga nggak pernah berubah. Tapi sering kali kita emang terlalu fokus melihat bagian yang berubah dibandingkan bagian yang nggak berubah. Ya sama halnya dengan lebih mudah melihat sisi negatif diri sendiri dibandingin ngeliat sisi positifnya.
Secara fisik, orang pasti berubah. Secara kematangan pemikiran, pasti berubah juga. Lalu bagian yang nggak pernah berubah itu apa? Perasaan? hmm...orang yang udah nikah bertahun-tahun pun bisa berpisah karena perasaan yang berubah. Lalu apa yang nggak berubah?
Denyut jantung, Paru-paru mengembang, aliran darah, semua hal yang membuat kita hidup suatu saat juga bakal berubah. Ga selamanya fungsinya akan tetap sama. Ada masanya jantung akhirnya lelah memompa darah ke seluruh tubuh, pembuluh darah nggak lagi selega dahulu yang tanpa plak-plak kolesterol, paru-paru mulai sulit bergerak mengembang karena tertutupi oleh lemak-lemak. Lalu apa yang nggak berubah?
Perasaan gue ke orang tua gue pun berubah, yang tadinya gue selalu nggak peduli dimarahin apapun sama mereka, sekarang gue peduli. Gue sekarang nggak berusaha untuk membela diri disaat sedang proses dimarahin, tapi gue mencoba menenangkan mereka. Ternyata emang bukan penjelasan yang mereka butuhin, tapi pengertian gue sama ke khawatiran mereka dan kelapangan dada gue buat mencoba menerima amarah mereka. Sebenernya apapun yang mereka lakuin ke gue cuma karena mereka sayang sama gue, cuma dulu gue ga bisa ngerti cara mereka nunjukinnya ke gue. Dan sekarang gue ngerti, :')
Perasaan gue ke Wisnu,
Jelas berubah...
Yang tadinya sebatas sayang karena dia bikin gue nyaman banget, dia ngisi bagian hati gue yang kosong, dia nyembuhin luka dihati gue, sekarang jadi gue nggak mau kehilangan dia. Mungkin kemaren-kemaren dia yang berusaha buat bikin gue percaya sama perasaannya, rasanya sekarang gue jadi yang berusaha buat ngeyakinin dia. Jadi lebih ada rasa buat ngejaga semuanya, :') buat gue sekarang, dia terlalu berarti dihidup gue. Kalo' nggak ada kabar dari dia beberapa jam aja, rasanya khawatir, pengen sms atau telfon takut ngeganggu. Yang tadinya mikir kalo' nggak akan ada hal-hal yang bikin gue jealous, hmm...makin kesini makin ada aja yang bkin gue jealous. Dan beberapa orang berfikir kalo' cemburu berarti sayang kan?
--" tadinya mau dilanjutin, tapi udah nggak konsen gara2 si Rifti nongol dikosan gue, dilanjut kapan2 deeh yaa soal perubahan-perubahan :D
Have a great day !
Saturday, April 16, 2011
Ga Pernah Kebayang
Tadinya optimis banget ngejalanin semuanya. Udah ngebuletin tekad buat jadi dokter, pengen bisa ngelakuin hal2 yg berguna buat orang2 disekitar, bisa ngeliat senyum orang2 yg dirawat kembali tersenyum, kembali punya semangat dan harapan hidup.
Usaha..
Selama ini usahanya belum maksimal, sama sekali belom maksimal. Disaat mulai berusaha membuat rangkuman dan bkin mind map ternyata segitu2 jga nilainya. Sebenernya udah bener belom sih yg dijalanin ini? :(
Sedih bangeet rasanya kalo' nantinya ngeliat temen2 wisuda duluan.. :'(
Usaha..
Selama ini usahanya belum maksimal, sama sekali belom maksimal. Disaat mulai berusaha membuat rangkuman dan bkin mind map ternyata segitu2 jga nilainya. Sebenernya udah bener belom sih yg dijalanin ini? :(
Sedih bangeet rasanya kalo' nantinya ngeliat temen2 wisuda duluan.. :'(
Thursday, April 14, 2011
Karma does exist
Gue selalu mikir kalo' kenyataan yang paling nggak bisa gue pungkiri adalah "people change", tapi ada kenyataan lain ternyata yang bikin gue ga bisa berkutik "Karma Does Exist"
Tahun lalu gue sempet berfikir kalo' gue udah ngebayar karma gue yang seenaknya mutusin cowok cuma karena terpisah jarak dan berat dibiaya sms dan telfon (semudah itu ngerusak kepercayaan seseorang yang sempet demam tanpa jelas sakitnya apa, waktu gue tinggalin pindah). Karma itu kebayar dengan gimana gue survive walaupun gue tau gue cuma dijadiin 'ban cadangan' sama seorang cowok, disakitin berkali-kali dengan hal yang sama, dan nggak ada perubahan berarti di hubungan kita karena sampai detik terakhir pun ortu gue tetep ga bisa nerima dia. Gue akhirnya ngerasain sakitnya ga bisa diterima lagi sama seorang cowok walaupun gue sayang banget sama dia waktu itu. Ya...sekedar sakit, dan semua orang sembuh dari sakitnya, ya kan?
Ada juga kisah yang sebenernya menggambarkan banget soal "Karma does exist", sebut saja si A, temen gue yang sempet deket banget, karena satu dan lain hal, dia jauh dari gue dan mulai melakukan fitnah2 membabi buta ke gue. Gue diemin. Sampe berselang 2 tahun dari kejadian fitnah2 itu, yang terjadi adalah, apa yang dia fitnahin selama ini malah terjadi semuanya ke dia. Hmmm...gue sebenernya antara seneng dan kasian, karena dia sempet bilang kalo' IPK gue nasakom, dan ampe sekarang, yang mengalami nasakom adalah dia. Well, i've told you : Karma Does Exist. Bukan gue yang bales, tapi ternyata Yang Diatas emang nggak pernah tidur.
Ada 1 karma yang lagi gue alami.....
Menjadi "invisible"
Seseorang diluar sana pernah menjalani "invisible" bertahun2 sama gue, dan gue yang baru ngalamin beberapa bulan malah diliputi rasa khawatir. Dulu gue yang diposisi nyaman karena 'visible', sedangkan sekarang gue berada diposisi waspada dan serba hati-hati karena gue masih dibagian 'invisible'.
Yaa, ternyata emang nggak enak rasanya, bahkan gue khawatir banget gue bakal bener-bener kena karma dan ketiban bagian ga enaknya. :') well....life must go on, right?
Cuma sekedar hati-hati aja sama apapun yang kita lakuin saat ini, dan usahain sebisa mungkin buat nggak nyakitin hati siapapun, karena, one day kita bakal ngerasain hal yang sama. Roda terus berputar, ga selamanya kita diatas. Dan hal lainnya yang perlu diinget, ketika lagi dibagian terbawah, jangan pernah berhenti berharap, karena suatu saat kita bakal diatas lagi :)
Tahun lalu gue sempet berfikir kalo' gue udah ngebayar karma gue yang seenaknya mutusin cowok cuma karena terpisah jarak dan berat dibiaya sms dan telfon (semudah itu ngerusak kepercayaan seseorang yang sempet demam tanpa jelas sakitnya apa, waktu gue tinggalin pindah). Karma itu kebayar dengan gimana gue survive walaupun gue tau gue cuma dijadiin 'ban cadangan' sama seorang cowok, disakitin berkali-kali dengan hal yang sama, dan nggak ada perubahan berarti di hubungan kita karena sampai detik terakhir pun ortu gue tetep ga bisa nerima dia. Gue akhirnya ngerasain sakitnya ga bisa diterima lagi sama seorang cowok walaupun gue sayang banget sama dia waktu itu. Ya...sekedar sakit, dan semua orang sembuh dari sakitnya, ya kan?
Ada juga kisah yang sebenernya menggambarkan banget soal "Karma does exist", sebut saja si A, temen gue yang sempet deket banget, karena satu dan lain hal, dia jauh dari gue dan mulai melakukan fitnah2 membabi buta ke gue. Gue diemin. Sampe berselang 2 tahun dari kejadian fitnah2 itu, yang terjadi adalah, apa yang dia fitnahin selama ini malah terjadi semuanya ke dia. Hmmm...gue sebenernya antara seneng dan kasian, karena dia sempet bilang kalo' IPK gue nasakom, dan ampe sekarang, yang mengalami nasakom adalah dia. Well, i've told you : Karma Does Exist. Bukan gue yang bales, tapi ternyata Yang Diatas emang nggak pernah tidur.
Ada 1 karma yang lagi gue alami.....
Menjadi "invisible"
Seseorang diluar sana pernah menjalani "invisible" bertahun2 sama gue, dan gue yang baru ngalamin beberapa bulan malah diliputi rasa khawatir. Dulu gue yang diposisi nyaman karena 'visible', sedangkan sekarang gue berada diposisi waspada dan serba hati-hati karena gue masih dibagian 'invisible'.
Yaa, ternyata emang nggak enak rasanya, bahkan gue khawatir banget gue bakal bener-bener kena karma dan ketiban bagian ga enaknya. :') well....life must go on, right?
Cuma sekedar hati-hati aja sama apapun yang kita lakuin saat ini, dan usahain sebisa mungkin buat nggak nyakitin hati siapapun, karena, one day kita bakal ngerasain hal yang sama. Roda terus berputar, ga selamanya kita diatas. Dan hal lainnya yang perlu diinget, ketika lagi dibagian terbawah, jangan pernah berhenti berharap, karena suatu saat kita bakal diatas lagi :)
Subscribe to:
Posts (Atom)